Showing posts with label Pemimpin. Show all posts
Showing posts with label Pemimpin. Show all posts

20090906

Enam pemimpin perkukuhkan perpaduan kekal kemerdekaan

BAPA Kemerdekaan negara, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra al-Haj, dengan lantang dan bersemangat melaungkan kalimah 'Merdeka' di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur pada 31 Ogos 1957. Ini secara tidak langsung memperlihatkan bahawa kemerdekaan negara kita penuh dengan kedaulatan dan kemuliaan, ditambah dengan jasa dan pengorbanan pejuang kemerdekaan yang mengorbankan apa saja demi memerdekakan negara.

Negara kian hari kian bertambah maju dan berjaya. Selepas Tunku tidak lagi bergelar Perdana Menteri, Tunku tidak teragak-agak untuk memberi jawatan itu kepada Tun Abdul Razak Hussein sebagai Perdana Menteri kedua.

Tun Razak menerima jawatan berat itu dengan penuh semangat kebangsaan kerana beliau tahu bukan mudah untuk negara ini mencapai kemerdekaan. Tun Razak memacu negara dengan menekankan atau mengutamakan rakyat jelata agar kemerdekaan negara terus terbela.

Selepas kematian mengejut Tun Razak di luar negara, kemerdekaan negara dipelihara oleh Tun Hussein Onn selaku Perdana Menteri ketiga. Tun Hussein tahu hanya dengan perpaduan rakyat kemerdekaan sesebuah negara itu kukuh sampai bila-bila.

Oleh demikian, Tun Hussein memacu Malaysia dengan menekankan konsep perpaduan antara kaum agar kemerdekaan negara yang dicapai, tidak akan diperbodohkan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Tun Hussein menaikkan semangat penghayatan kemerdekaan agar Malaysia negara merdeka dengan penuh kedaulatan ini tidak akan dimusnahkan atau dipermainkan.

Tun Dr Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri keempat menggantikan Tun Hussein. Dr Mahathir adalah seorang negarawan Malaysia yang cukup dikagumi kawan dan lawan sama ada dari dalam atau luar negara kerana pemikiran serta strategi beliau dalam memacu negara tercinta.

Dr Mahathir sedar kemerdekaan negara bukan suatu perkara yang mudah untuk dikecapi dan oleh itu, beliau mengagaskan Wawasan 2020 sebagai hala tuju Malaysia demi memelihara kemerdekaan dan kemakmuran negara.

Selama 23 tahun bergelar Perdana Menteri, Dr Mahathir 'membina' Malaysia mengikut acuan sendiri dan membina benteng kemerdekaan negara daripada diceroboh oleh bangsa asing yang sudah semestinya kurang senang dengan kemerdekaan serta perpaduan rakyat Malaysia sehingga kini.

Dr Mahathir berundur dan digantikan Tun Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri kelima yang banyak menumpukan kepada keterbukaan dan integriti di Malaysia. Abdullah sedar bahawa dengan wujudnya keterbukaan dan integriti yang baik di negara ini, sesebuah kemerdekaan negara itu akan boleh dikuatkan melalui rakyatnya yang diberi beberapa 'kuasa' dalam sistem demokrasi dan keterbukaan.

Datuk Seri Najib Razak adalah Perdana Menteri keenam yang mengambil tampuk pemerintahan negara April lalu. Najib adalah seorang yang genius dan berpandangan jauh. Beliau mengakui bahawa kemerdekaan negara suatu yang mudah untuk dikecapi tetapi amat sukar untuk dikekalkan.

Oleh itu, Najib menggagaskan '1Malaysia: Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan' sebagai suatu konsep negara ke arah memelihara kemerdekaan negara melalui tiga petunjuk utama iaitu perpaduan rakyat, kepentingan kepada rakyat dan kualiti kerja yang cemerlang.

Najib melihat tiga petunjuk ini mampu untuk memelihara kemerdekaan negara daripada diperdajalkan oleh pihak asing yang tidak bertanggungjawab.

SARFARIZMAL MD SAAD,
Universiti Kebangsaan Malaysia.

20090306

Artikel-Artikel Terbaru di Jurnal Arah KIRI: “Bukan Pemimpin Arab, Tapi Pemimpin Sosialis”


"Bukan Pemimpin Arab, Tapi Pemimpin Sosialis"

Rudi Hartono

Kota Bire, sebuah daerah di Lebanon Utara, terdapat sebuah nama jalan yang bernama "Hugo Chaves Frias", nama presiden Venezuela yang baru saja menendang keluar duta besar Israel sebagai bentuk solidaritasnya terhadap penduduk Gaza. Bahkan, penduduk kota itu memasang poster, menulis di tembok-tembok, bahkan banyak yang menamai anaknya baru lahir dengan nama "Chavez", karena keberanian presiden sosialis ini mengutuk Imperialisme AS dan Israel. Pada tahun 2006, sosok Chaves sudah dielu-elukan Syeh Hassan Nasrallah, Pemimpin Hezboullah, sebagai tipe pemimpin yang berani dan disegani dunia islam.


Bukan itu saja, gelombang demonstrasi di berbagai pelosok timur tengah, setelah menunaikan Sholat Jum'at, membawa poster-poster Hugo Chaves yang disandingkan dengan pemimpin Hezboullah, Hassan Nasrallah, dan symbol-simbol Hamas. Deputi kementerian luar negeri Hamas sendiri sudah mengirimkan surat kepada presiden Chaves atas komitmennya yang tinggi kepada kemanusiaan, sesuatu yang tak dimiliki pemerintahan di dunia Arab. Tindakan Chaves dan rakyat Venezuela, yang kemudian juga dilakukan Mauritania, telah melambungkan politiknya sebagai "pahlawan Palestina".

Politik Pemimpin Arab


Secara umum, pendirian politik pemimpin Arab sebenarnya cukup beragam, tetapi mereka dipersatukan oleh keadaan bahwa mereka begitu loyal kepada AS. Setelah kejatuhan Saddam Husein, boleh dikatakan tidak ada lagi pemimpin Arab yang berani berseberangan dengan politik AS. Hanya Iran dan pemimpinnya Ahmadinejad sebagai pengecualian terhadap kesimpulan diatas.

AS punya kepentingan besar untung mengontrol timur tengah. Terutama dalam mengontrol politik minyak Negara-negara Arab agar patuh pada kebutuhan AS. Dalam sekejap, AS akan bereaksi terhadap kemunculan rejim-rejim nasionalis yang mengganjal kepentingannya, seperti yang ditunjukkan kepada Saddam Husein, dan kini kepada Ahmadinejad.

Menurut Gilbert Achcar, AS berada dibalik agresi AS ke Gaza. Hamas merupakan sekutu potensial bagi Iran, selain Hisboullah di Lebanon. Beberapa tahun terakhir, analisis pertahanan AS sudah menganggap bahwa Iran merupakan ancaman terhadap dominasi AS di timur tengah. Sehingga, segala macam cara ditempuh untuk mengisolasi Iran, dan sekaligus memberi contoh kepada pemimpin-pemimpin Arab yang berani "membandel". Kemenangan hamas sendiri bukan saja dimotivasi oleh sikap mereka yang tegas menentang pendudukan Israel, tetapi tapi karena program Hamas berupa pemerintahan yang jujur, efektif dan bersih, serta perbaikan layanan sosial (Alan Nasser). Di bawah Fatah, gaza merupakan salah satu teritori di Palestina yang menghambat neoliberalisme. Di Irak, perlawanan terhadap agresi AS masih berlansung sepanjang hari, bahkan pemerintahan boneka yang baru terbentuk tidak dapat mendapat legitimasi dari rakyat Irak.

Diluar Iran dan faksi atau group-group bersenjata yang terlahir karena intervensi imperialisme yang ganas, pada umumnya rejim-rejim yang berkuasa didukung oleh Imperialisme AS. Seperti yang disebutkan Tariq Ali, pertama kali AS mendukung rejim-rejim fundamentalis islam pada masa perang dingin, tujuannya memperlebar front melawan blok sosialis (Uni Sovyet). Monarki di Arab Saudi yang didirikan oleh kaum Wahabi sebetulnya didukung oleh AS. Demikian pula dengan rejim Husni Mubarak di Mesir, maupun rejim di Yordania, Syria, dan negeri-negeri arab lainnya. Bahkan Mesir sangat dipersalahkan karena menutup perbatasannya sepanjang 14 kilometer sehingga mempersulit bantuan masyarakat internasional masuk ke Gaza.

Liga Arab sendiri tidak bisa menutupi perseteruan interen anggotanya antara yang terbuka mendukung AS dengan yang bersikap moderat. Beberapa kali pertemuan Liga Arab mengalami pembatalan karena ketidakrukunan diantara mereka sendiri.

Keberanian Pemimpin Sosialis

Pemimpin Sosialis kini semakin menunjukkan pesonanya di mata dunia Islam. Dalam aksi menentang serbuan Israel ke Lebanon selatan di Gaza dan Ramallah, poster-poster Chaves bersanding dengan foto Arafat dan Che Guevara. Dalam surat terbuka Dr Ahmed Yousef, mantan penasihat politik Ismail Haniya, dijelaskan bagaimana penghargaan masyarakat Gaza dan Hamas atas keberanian Chaves dan konsistensinya dalam menantang imperialisme, termasuk Israel dan AS. Selain Chaves, Kuba dan Bolivia juga mengikuti langkah radikal Venezuela terhadap Israel. Kuba malah menuduh Israel telah melakukan genosida.

Ketika mengusir dubes Israel, Chaves mengungkapkan bahwa tindakan Israel menggempur Gaza adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan salah satu bentuk "terorisme Negara". Chaves menuduh AS berada di belakang Israel, karena memang Israel merupakan sekutu strategis AS di kawasan timur tengah. Setiap tahunnya pemerintah AS memberi dana 4 milyar USD kepada Israel sebagai bantuan militer. Selain itu, Chaves menuntut supaya PM Israel, Ehud Omert, diseret ke mahkamah criminal internasional karena kejatahan kemanusiaan terhadap warga Palestina.

Mohammed al-Lahham, seorang pejabat dari fatah, mengatakan Chaves adalah symbol perjuangan untuk pembebasan, seperti Che Guevara. Ini membedakannya dengan presiden lain dari dunia manapun. "saya ingin memberikan Chaves paspor sehingga ia dapat menjadi warga Palestina. Kemudian kami memilih dia menjadi presiden Palestina," Mahmud Zwahreh, walikota Al-Masar, dekat kota Bethlehem.

Selain Chaves, Evo Morales juga menunjukkan sikap yang sama. Morales malah menyerukan untuk melakukan perombakan terhadap PBB, karena ketidakmampuan lembaga ini mengakhiri kebrutalan Israel.

Venezuela, Kuba, dan Bolivia sedang berada di garis depan perjuangan anti-imperialisme. Solidaritas terhadap Palestina, bagi pemerintahan sosialis, merupakan bagian dari strategi anti-imperialisme. Ketiga Negara yang disebutkan diatas juga sedang mengupayakan integrasi regional, dan penciptaan blok kerjasama baru berdasarkan kerjasama yang setara dan solidaritas. Di forum-forum internasional, ketiga Negara juga melancarkan kritikan keras terhadap dominasi AS dan system kapitalisme-neoliberalnya.

Konsekuensi


Agresi brutal Israel ke wilayah Gaza sekarang ini, maupun agresi militer AS ke Irak, telah memupuk sentimen anti-imperialisme di wilayah ini. beberapa kelompok perlawanan merasa dipersatukan oleh perlawanan terhadap invasi Amerika Serikat dan kolonialisme Zionis di wilayah tersebut. Sikap diam dan kompromi sejumlah pemimpin Arab pada saat agresi Israel ke Lebanon, kemudian serangan brutal Israel kepada Hamas di Gaza, telah menanamkan kesadaran baru bahwa perjuangan melawan AS dan zionisme perlu dipararelkan dengan perjuangan menghadapi rejim lokal yang menjadi sekutu AS ( Arab Saudi, Mesir, Yordania, dll).

Timur tengah telah menjadi objek utama dari doktrin "perang permanent" Bush. Melalui perang terhadap terorisme, seperti juga diikuti oleh retorika pejabat Israel, penggunaan kekerasan militer berjalan pararel dengan kepentingan AS menjaga kepentingan bisnis dan korporasinya di luar sana. Timur tengah yang kaya raya itu, terus –menerus bergolak karena tangan-tangan imperialis yang hendak menundukkannya.

Kenyataan diatas telah melahirkan beberapa hal; pertama, bertemunya sentiment anti amerika, ataupun gagasan anti kolonialisme Zionis, dengan gagasan yang lebih progressif yaitu anti-imperialism. Beberapa kelompok perlawanan telah menggabungkan gagasan ini menjadi satu misi. Kedua, kejatuhan "pamor" rejim-rejim lokal di Arab, maupun organisasi-organisasi yang mengklaim kepentingan rakyat di Jasirah Arab, telah memupuk kesadaran rakyat di timur tengah untuk menerima ide-ide politik dari dunia di luar Arab. Sebagai missal, hampir seluruh dunia Arab kini memimpikan pemerintahan yang berani seperti Chaves, setelah menemukan pemerintah nasionalnya "takluk" kepada Israel. Ketiga, membanjirnya solidaritas yang dilakukan aktifis perdamaian, aktifis anti perang, maupun gerakan sosialis di berbagai belahan dunia, telah membuka mata masyarakat timur tengah bahwa tidak semua orang di barat (non-islam) membenci mereka. Perlakuan diskriminatif karena lemparan tuduhan sebagai teroris telah menjadikan masyarakat muslim mendapat perlakuan rasial.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa kepentingan para mullah dan tuan tanah reaksioner yang selalu mendomplengi perjuangan anti amerika, ataupun perjuangan anti-imperialisme merupakan tantangan perjuangan rakyat di kawasan ini. Kekosongan partai revolusioner tentu menjadi kendala lahirnya sebuah perjuangan anti-imperialisme yang kuat dan konsisten di kawasan ini.

Rudi Hartono, Penulis adalah pengelola Jurnal Arah Kiri dan BERDIKARI online



Baca Selengkapnya!

Pemasaran Politik dan Kontestasi Ideologi


Rudi Hartono

Hampir setiap jam, dalam ruang-ruang publik yang telah dikuasai media massa, iklan-iklan politik datang bergantian dengan iklam produk komersil. Hebatnya, iklan-iklan ini diyakini akan menyulap dukungan, ibarat iklan produk meraih kepercayaan seorang konsumen. Iklan politik semakin menggila takkala berbagai lembaga survey dan pemeringkat menyambut fenomena ini, dengan menciptakan grafik yang menggambarkan korelasi antara iklan politik, popularitas, dan peningkatan basis dukungan. Tak heran, dana yang digelontorkan partai ke iklan politik jauh lebih tinggi, misalnya, dibandingkan dengan dana operasional untuk membuat terbitan, booklet, ataupun material-material literer lainnya.


Demokrasi Liberal dan Pemasaran Politik

Dalam beberapa tahun terakhir, kosakata "liberal" makin akrab di telinga kita. Diskursus dan debat-debat mengenai sistim demokrasi menganut istilah "demokrasi liberal" untuk menjelaskan satu kutub dalam sistim demokrasi. Demokrasi liberal, meminjam pengertian Andrés Pérez Baltodano, merupakan sebuah kerangka atau mekanisme yang memastikan kekuasaan negara berjalan untuk menfasilitasi kepentingan segelintir elit (korporasi dan oligarki) dan menjaga agar standar, prinsip dan nilai-nilai kapitalisme-neoliberal bekerja sebagai sesuatu yang normal.

selain itu, di bawah neoliberalisme, sistim demokrasi juga mengakomodir pemilik korporasi, pejabat partai, dan korporasi untuk bertransaksi layaknya di pasar untuk memperdagangkan produk mereka, dimana rakyat diubah menjadi konsumen pasif yang harus tunduk pada hukum pasar. Sejak tahun 1980-an, seiring dengan ekspansi neoliberal, dikenal istilah "pemasaran politik", yakni kegiatan promosi guna menjual produk politik (political product). Dalam pemasaran politik , ada tiga hal yang dijual (baca; produk politik) yakni partai, kandidat, dan kebijakan (janji-janji politik). Pemasaran produk politik berjalan integral dengan aktifitas akumulasi profit; seorang kandidat akan menyerahkan sejumlah besar dana untuk pemasaran politik melalui saluran iklan politik (TV, radio, Koran, website, ponsel, dll), ataupun pembuatan/ mencetak poster, kartu nama, spanduk, baliho, dan sebagainya.

Di Indonesia, perkembangan pesat televisi swasta nasional telah menjangkau 80% penduduk, dan potensi viewers-nya berkisar 118 juta orang penduduk (Jurnal Sosial Demokrasi, edisi juli-september 2008). Tentu ini pasar yang menggiurkan bagi penjual produk politik. Tidak heran, seperti yang disebutkan dalam survey AC Nielsen, bahwa ada korelasi antara peningkatan belanja iklan dan peningkatan popularitas dan mengalirnya dukungan terhadap partai. Gerindra mengeluarkan dana iklan di bawah Rp 1 miliar. Namun, sejak Juli hingga Oktober, biaya iklan Gerindra per bulan mencapai Rp 8 miliar; Pada Juni dukungan terhadap Gerindra yang terekam survei LSI hanya pada tingkatan 1,0 persen. Namun, dukungan terhadap Gerindra meningkat menjadi 3,0 persen dan 4,0 persen pada September dan November.

Begitu juga dengan Partai Demokrat (PD). Dari Mei hingga Juli 2008, pengeluaran iklan PD di bawah Rp 1 miliar per bulan. Namun, mulai Agustus hingga Oktober, pengeluaran iklan secara konsisten meningkat dari Rp 8,29 miliar (Agustus); Rp 10,08 miliar (September); dan Rp 15,15 miliar (Oktober).

Dengan belaja politik yang tinggi, mustahil seorang tukang becak dapat menjadi presiden. Kompetisi yang berbasiskan modal (capital), tentu tidak akan memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok sosial, terutama dari kalangan menengah ke bawah, untuk terlibat kontestasi politik. Padahal, secara teoritik politik merupakan arena bagi semua kelompok atau sektor sosial untuk memperjuangkan kepentingannya.

Kontestasi Ideologi

Di sisi lain, perkembangan demokrasi liberal dengan metode pemasaran politiknya tentu saja akan semakin memperkecil arena kontestasi ideologi, yang pada akhirnya akan menghilangkannya. Kontestasi ideologi tercermin pada debat soal program, visi, cita-cita perjuangan. Hal ini akan mendorong kristalisasi ide-ide kelompok masyarakat tentang cita-cita kolektif, yang tentu saja harus diperjuangkan dalam arena politik dan arena manapun; ekonomi dan budaya.

Di Indonesia, proyek depolitisasi era orde baru benar-benar menghapus partisipasi rakyat dalam politik, dan pada saat bersamaan menciptakan penyeragaman ideologi pada level politik.

Paska reformasi, yang ditandai dengan opensif neoliberal yang makin menggila, proses depolitisasi dijalankan pada tingkat institusionalisasi sistim demokrasi yang hanya membuka pintu bagi pemegang capital (modal), dan menutup pintu bagi partisipasi politik rakyat.

Dalam demokrasi liberal, tentu dengan metode pemasaran politiknya, sebuah partai atau politisi berusaha keras memunculkan "brand image" di mata konstituen, persis seperti pola korporasi menciptakan brand produk kepada konsumennya. Soal isi (program, visi, dan cita-cita) tidak menjadi penting, yang paling penting adalah bagaimana iklan ini menyentuh hati dan tersimpan dalam memori rakyat, setidaknya hingga pemilu.

Transformasi ini juga mengakhiri era ideologisasi di dalam partai; bentuk-bentuk pendidikan dan kursus kader mulai ditinggalkan. Partai disibukkan dengan kerja-kerja praktis untuk memenangkan pemasaran kandidat, dan lupa untuk memperkuat infrastruktur partai.

Rudi Hartono, Pengelola Jurnal Arah Kiri dan redaktur Berdikari online.



Baca Selengkapnya!


"Tugas Manusia adalah Menjadi Manusia" (Multatuli)
Kunjungi website http://www.arahkiri2009.blogspot.com

__._,_.___

20090216

Pas dan skandal seks pemimpin parti lawan — Ahmad Tajdid

FEB 18 — Bukanlah sesuatu yang wajar jika kehidupan peribadi seseorang didedahkan kepada umum, apatah lagi jika ianya menyentuh tentang aib seseorang. Apatah lagi jika “kejahatan” yang dilakukan itu dibuat di tempat tertutup dan pelakunya sendiri tidak berbangga dengan maksiat yang dilakukannya dan berasa malu jika kejahatannya diketahui orang.

Itulah sebenarnya hikmah mengapa tuduhan zina perlu ditampilkan dengan empat orang saksi. Dan saksi-saksi itu mestilah lelaki yang adil dan tidak fasik. Semuanya bertujuan untuk menjaga aib orang yang dituduh dan untuk memastikan tidak ada insan yang teraniaya dengan tuduhan itu.

Apa yang menimpa Adun Bukit Lanjan yang juga Exco Kerajaan Negeri Selangor, Elizabeth Wong adalah sesuatu yang malang. Selepas gambar separuh bogel yang dirakamkan ketika beliau tidur disebarkan kepada media massa, MMS dan internet, Elizabeth mengambil keputusan meletakkan jawatan Exco dan Adun walaupun beliau sebenarnya teraniaya.

Atas dasar prinsip, Elizabeth sanggup melepaskan jawatan kerana bimbang masalah peribadinya itu akan dieksploitasi oleh musuh-musuh politiknya untuk memburuk-burukkan organisasi politik dan kerajaan negeri yang diwakilinya.

Setakat ini, ramai yang menyatakan simpati terhadap apa yang dialami olehnya termasuk Pergerakan Wanita MCA. Bagaimanapun, ada juga pemimpin Umno yang mendesak beliau meletakkan jawatan.

Antara yang terawal memberi komen ialah bekas Menteri Besar Selangor yang juga calon Ketua Pemuda Umno, Datuk Seri Mohd Khir Toyo. Turut sama mengalu-alukan keputusan Elizabeth untuk meletakkan jawatan ialah Ketua Menteri Melaka yang juga calon Timbalan Presiden Umno, Datuk Seri Mohd Ali Rustam.

Begitulah gelagat pemimpin Umno. Mereka sibuk dengan soal moral dan akhlak pemimpin-pemimpin bukan Islam (seperti yang menimpa Elizabeth dan Adun Bukit Selambau, V. Arumugam di Kedah), tetapi tidak pula prihatin dengan akhlak dan moral para pemimpin parti mereka sendiri, yang rata-ratanya berbangsa Melayu dan beragama Islam.

Ketika Mohd Khir Toyo menjawat Pengerusi Perhubungan Umno Selangor, tiga skandal peribadi membabitkan dua ahli Dewan Rakyat dan seorang ahli Dewan Negara Umno Selangor cuba dipendamkan beliau dari pengetahuan umum.

Khir tidak pula sibuk mendesak ketiga-tiga pemimpin Umno negeri itu supaya meletakkan jawatan, malah tempoh “senatorship” salah seorang daripada mereka dilanjutkan!

Dan sebenarnya, jika skandal seks dan moral para pemimpin Umno didedahkan satu persatu kepada umum, pastinya kita akan loya dan muntah apabila mendengarnya!

Bagi mereka yang agak ragu-ragu, percayalah... Ini bukannya “cubaan”, tetapi benar-benar kejadian!

Penulis tidak berhasrat untuk mengaibkan mereka, tetapi cukuplah untuk memberi amaran kepada para pemimpin parti tertentu supaya tidak bertindak di luar batasan.

Mungkin ramai yang mengenali Tan Sri Abdullah Ahmad atau Abdullah Kok Lanas. Abdullah lewat kolumnya di sebuah akhbar berbahasa Melayu (ketika menerajui akhbar terbabit) pernah membangkitkan dilema yang dihadapi oleh para pemimpin parti sebuah negeri di Semenanjung untuk mencari seorang calon Menteri Besar. Calonnya sudah dikenal pasti, tetapi ada yang tidak bersetuju kerana bakal pemimpin itu dikenali sebagai seorang yang suka berpoya-poya ketika belajar di luar negara.

Tidak payahlah bagi penulis mendedahkan siapakah pemimpin itu. Bagi mereka yang ingin tahu, buatlah carian sendiri di perpustakaan ataupun arkib untuk membaca tulisan Abdullah Kok Lanas.

Ketika menjelang pilihan raya umum 1995, isu khalwat membabitkan seorang pemimpin muda Pas hangat diperkatakan. Para pemimpin Umno menggunakan isu ini semaksimum mungkin untuk menjatuhkan maruah Pas. Bagaimanapun dengan kebijaksanaan para pemimpin Pas, isu khalwat itu dapat ditangani dengan baik. Pemimpin muda Pas itu didapati tidak bersalah oleh mahkamah dan menang di kawasan parlimen yang ditandinginya dengan majoriti lebih besar.

Di waktu yang sama, para pemimpin Pas dan Harakah menerima maklumat daripada sumber yang tidak diketahui tentang skandal seks membabitkan seorang pemimpin parti lawan Pas yang juga diwar-warkan sebagai calon Menteri Besar di sebuah negeri Pantai Timur Semenanjung.

Lebih memeranjatkan, pemimpin terbabit pernah menerajui sebuah institusi agama dan kerap kali menyerang Pas dalam pelbagai isu agama dan politik. Malah beliau jugalah yang sering “tumpang semangkuk” memberi komen dan mengulas tuduhan khalwat pemimpin muda Pas itu.

Penulis sempat bertemu dengan seorang pemimpin kanan Pas untuk mengesahkan maklumat yang diterima. Malah pemimpin Pas itu tidak menafikan maklumat yang diperolehi. Beliau bukan sahaja menjadi teman rapat pemimpin terbabit ketika kejadian itu berlaku, malah diminta menjadi wakil untuk meminang wanita tersebut bagi pihak pemimpin politik itu!

Bagaimanapun, skandal seks itu tidak dijadikan modal oleh Pas untuk memburuk-burukkan lawan politiknya. Meskipun begitu, para pemimpin parti tersebut diberitakan terpaksa mengadakan mesyuarat khas bagi membincangkan isu itu; khuatir jika ia dijadikan modal kempen oleh Pas negeri.

Dan ketika Setiausaha Perhubungan Pas negeri terbabit ditanya sama ada mahu menggunakan isu skandal seks itu dalam kempen pilihan raya, beliau penuh yakin berkata: “Itu bukan cara kita berpolitik.”

Isu skandal seks pemimpin bukanlah suatu yang asing dalam politik negara. Seperti kata Menteri Besar Kedah ketika menjawab soalan wartawan berhubung dakwaan salah laku moral yang melanda bekas Exco Kerajaan Negeri yang juga Adun Bukit Selambau, V. Arumugam: “Ada yang lebih teruk daripada itu, buat hubungan dengan suami dan isteri orang...”

Dan pastinya yang berperangai seperti itu ialah pemimpin Melayu yang beragama Islam.

Kita yakin kisah-kisah penarafan-X (x-rated) itu ada dalam “kocek” Ustaz Azizan. Cuma sebagai pemimpin sebuah parti Islam, beliau tidak tergamak meluahkannya di khalayak umum.

Bukan akhlak dan moral Pas untuk bertindak seperti Umno. Tetapi jika keadaan sudah menjadi tidak terkawal dan BN secara berterusan menggunakan tektik kotor ini... Apakah pilihan lain bagi Pas? — HarakahDaily.net

20090103

Guan Eng mahu Anwar jamin pemimpin PKR berdisiplin

PULAU PINANG: Setiausaha Agung DAP Lim Guan Eng meminta Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat(PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim memastikan pemimpin parti itu lebih berdisiplin dalam usaha mengekalkan Pakatan Rakyat terus diterima rakyat.

"Anwar harus memastikan pemimpin-pemimpin PKR lebih berdisiplin," katanya mengulas soalan wartawan berhubung terdapat beberapa pemimpin PKR bergaduh dengan pemimpin PAS di Perak baru-baru ini yang boleh menjejaskan peluang Pakatan Rakyat untuk menang pada pilihan raya kecil Parlimen Kuala Terengganu pada 17 Jan ini.

Lim yang juga Ketua Menteri Pulau Pinang berkata Pakatan Rakyat akan melihat sejauh mana pergaduhan yang timbul antara pemimpinpemimpin berkenaan dan akan mencari jalan bagi mengatasinya.

"Saya rasa mungkin satu atau dua pemimpin PKR yang bergaduh dengan PAS. Pakatan Rakyat akan lihat sejauh mana perkara itu (pergaduhan) dan akan mencari jalan untuk mengatasinya," katanya pada sidang akhbar di pejabatnya di sini hari ini.

Sementara itu, Lim berkata DAP akan menyokong penuh calon Pakatan Rakyat dari PAS yang bertanding pada pilihan raya kecil itu.

"Daripada segi calon, terpulang pada parti itu (PAS) dan DAP sebagai komponen dalam Pakatan Rakyat akan menyokong serta bekerjasama bagi memastikan calon yang telah dipilih itu memenangi pilihan raya kecil itu," katanya.

Semalam Presiden PAS Datuk Seri Abdul hadi Awang mengumumkan anggota Dewan Undangan Negeri Wakaf Mempelam, Mohd Abdul Wahid Endut sebagai calon PAS. BERNAMA

20090101

Mengenali Pemimpin dari Kentutnya

1. Kentut Anwar Ibrahim
Apabila kentut, dia salahkan orang lain ... Hipokrit.
Dia mulakan politik wang dan bentang rang undang-undang hukum salah lapur rasuah, tapi tuduh orang lain lakukan rasuah.


2. Kentut Dolah Badawi
Orang yang tahan kentut berjam-jam ... Bingung
Selama lima tahun, tidur. Tak buat apa dan flip flop. Tinggal beberapa bulan, baru nak buat macam-macam. Lama tak kentut lah tu.


3. Kentut Mat Sabu
Orang yang kentut dengan lantang ... Yakin Diri
Penama istilah Al Juburi. Bila bersyarah, sedap aja dia belasah. Janganlah dia bertanding di KT.


4. Kentut Khairy
Orang yang kentut dalam selimut lalu dikibas baunya ... Sadis.
Sepanjang lima tahun jadi menantu PM, dia salahguna pengaruh, kumpul komisyen, dan kacau pentadbiran. Tapi asyik memikir nak jatuhkan Khir Toyo, Isa Samad, Mukhriz dan ramai lagi. Satu negara bau kentut busuknya!


5. Kentut Zaid Ibrahim
Orang yang sembunyikan bunyi kentut dengan ketawa kuat-kuat ... Strategik.
Punya lantang dia bercakap mengenai pembaharuan undang-undang tetapi rupanya macam-macam tak betul. Rang undang-undang hakim baru ini dia juga gut?


6. Kentut Berahim Ali
Orang yang kentut tapi tak dapat dikesan ... Misteri.
Diam-diam dia datang balik jadi ahli Parlimen Bebas dan sekarang diterima ramai sebagai Presiden Perkasa.


7. Kentut Zahid Hamidi
Tiba-tiba kentut apabila di sergah ... Gugup.
Bersyarah belasah orang. Rupanya CBT curi saham Kretam. Busuk kentut. Macam mana hal dalam ISA?


8. Kentut Husin Lempoyang
Kentut pelan-pelan lepas itu senyum sorang-sorang ... Periang.
Haa! Senyum sorang-sorang nampaknya? Kentut ke?

Hehehe ... kentut Husin Lempoyang. Wow!

* Idea dari Dr Muzi MyKMU Johor

http://the-antics-of-husin-lempoyang.blogspot.com

20081202

Pemimpin BN diminta jangan 'bercakap di luar'

Wanita Barisan Nasional (BN) hari ini meminta semua pemimpin BN, termasuk dari pergerakan itu sendiri, supaya tidak 'bercakap di luar' mengenai isu-isu dalaman yang membabitkan parti-parti komponennya.

"Sebaliknya, isu yang membabitkan BN hendaklah diselesaikan dalam konsep BN," kata Pengerusi Wanita BN, Tan Sri Rafidah Aziz hari ini.

Bercakap selepas mesyuarat Wanita BN di ibunegara hari ini, beliau berkata, apa-apa isu yang melibatkan komponen BN "perlu dibuat secara tertutup, secara keluarga, iaitu melalui mesyuarat dan dialog".

"Kita mahu semua di dalam BN faham bahawa ada isu-isu yang perlu diselesaikan di dalam konsep BN.

"Ada parti komponen yang memberi respons terhadap isu tertentu tetapi Wanita meminta (ia) perlu dibuat secara keluarga," katanya.

Rafidah yang juga ketua Wanita Umno berkata, mesyuarat hari ini juga membincangkan banyak isu-isu yang membabitkan Wanita BN dan BN sendiri.

"Isu mengenai bangsa dan agama tidak perlu bercakap kerana ia tidak ada kesudahannya, tidak bagus kepada parti dan rakyat.

Tubuh lima biro

"Kita bincangkan isu secara panjang lebar mengenai prestasi dasar BN, sistem penyampaian, kelewatan dan kebocoran dan salahfaham yang berlaku supaya dapat diperbetul dan dilakukan pembaharuan.

"Yang penting, kita membincangkan isu-isu yang diketahui oleh semua Wanita parti komponen BN, iaitu isu-isu yang dibawa oleh rakyat

"Kita akan membawa isu-isu tersebut kepada pucuk pimpinan parti," tambahnya.

"BN sangat sedar apa yang dibangkitkan iaitu mengenai prestasi parti BN, kerajaan dan apa yang dibawa oleh pembangkang... kita ingin maklumkan kepada pucuk pimpinan," tambahnya.

Wanita BN juga, katanya, akan melebarkan jangkauan terhadap anak-anak muda kerana mereka bukan sahaja akan menjadi pemimpin tetapi juga penentu masa depan negara

Rafidah turut mengumumkan penubuhan lima biro yang akan diketuai oleh pemimpin parti utama BN.

P'raya kecil KT


Menurutnya, biro kepimpinan diketuai oleh Wanita Umno, tetapi ada wakil semua Wanita parti komponen BN.

Biro perpaduan diketuai oleh Wanita PPP, biro perundangan diketuai oleh Wanita MIC, biro ekonomi diketuai oleh Wanita MCA manakala biro pendidikan dan modal insan diketuai oleh Wanita gerakan.

"Biro-biro ini akan menjalankan kerja-kerja mereka di peringkat negeri dan peringkat kebangsaan," tambahnya.

Rafidah berkata, mesyuarat hari ini juga memutuskan bahawa Wanita Umno juga akan bermesyuarat di luar Kuala Lumpur, termasuk di Sabah dan Sarawak selepas ini

Mengenai pilihanraya kecil parlimen Kuala Terengganu, Rafidah berkata, Wanita Umno akan mengetuai kempen di kawasan pengundi Melayu, Gerakan dan MCA di kalangan pengundi kaum Cina dan MIC serta PPP di kawasan pengundi India.

"Mereka sudah diberi maklum tentang tugas-tugas di kawasan masing-masing. Insya-Allah, dengan kerja kuat kita dan keazaman, kita akan menang," tambahnya.

20081127

Pemimpin Wanita Diminta Henti Buat Kenyataan Di Akhbar

KOTA BAHARU, 27 Nov (Bernama) -- Pemimpin Wanita Umno diminta segera menghentikan membuat kenyataan di akhbar yang dikhuatiri memburukkan lagi imej pergerakan itu di mata rakyat.

Exco Pergerakan Wanita Umno yang juga Ketua Wanita Umno Pahang, Datuk Maznah Mazlan berkata kini terdapat kecenderungan membuat kenyataan yang mendedahkan kelemahan pemimpin pergerakan itu.

"Sudahlah membuat kenyataan yang pelbagai dan bertandinglah secara sihat dan penuh kekeluargaan, Saya khuatir lebih banyak membuat kenyataan, lebih banyak pula keburukan diterima," katanya selepas merasmikan Seminar Alam Sekitar kepada lebih 100 pemimpin wanita yang mewakili Badan Bukan Kerajaan (NGO) di sini, hari ini.

Maznah berkata banyak perkara lain yang perlu dilakukan pergerakan itu terutama menangani masalah rakyat khasnya membabitkan golongan wanita.

Beliau berkata demikian mengulas beberapa kenyataan pemimpin Wanita yang membabitkan keputusan Tan Sri Rafidah Aziz yang merupakan Ketua Wanita Umno dan juga Ahli Parlimen Kuala Kangsar untuk mempertahankan jawatan itu setelah Naibnya, Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil mengumumkan akan bertanding jawatan nombor satu sayap berkenaan.

-- BERNAMA

20081009

Pemimpin Pakatan Rakyat bertemu bincang opsyen baru bentuk kerajaan

Pemimpin-pemimpin Pakatan Rakyat mengadakan mesyuarat di ibu negara malam ini, dipercayai untuk membincangkan opsyen-opsyen baru bagi merealisasikan usaha membentuk kerajaan baru persekutuan.

Mesyuarat itu, yang diadakan kurang seminggu sebelum Dewan Rakyat bersidang, berlangsung di kediaman Ketua Umum Pakatan Rakyat, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Pertemuan itu dihadiri oleh Penasihat DAP, Lim Kit Siang dan Setiausaha Agung PAS, Kamaruddin Jaafar.

mStar Online dimaklumkan, Anwar telah mengadakan pertemuan dengan Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang semalam, dipercayai mengenai isu yang sama.

Pakatan Rakyat yang terdiri daripada Parti Keadilan Rakyat (PKR), DAP dan PAS telah meletakkan sasaran 16 September lalu untuk mengambil alih kerajaan pusat dengan membawa masuk ahli-ahli Parlimen Barisan Nasional (BN).

Sebelum ini Anwar mendakwa mempunyai bilangan wakil rakyat BN yang mencukupi untuk tujuan tersebut tetapi tidak membentuk kerajaan pada tarikh tersebut.

Pada 16 September lalu, Anwar berkata, pemimpin Pakatan Rakyat mahu menemui Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan membincangkan peralihan kerajaan secara aman dan lancar.

Permintaan itu telah ditolak. Malah permintaan Pakatan Rakyat supaya sidang khas Parlimen pada 23 September juga ditolak Abdullah.

Tengah hari tadi, Anwar ketika ditemui di Mahkamah Sesyen Kuala Lumpur berkata, beliau akan menemui pemimpin-pemimpin malam ini bagi membincangkan beberapa strategi baru termasuk membawa usul undi tidak percaya di Dewan Rakyat.

Pada Isnin ini Anwar selaku Ketua Pembangkang akan membahaskan Bajet 2009.

Dalam pada itu, Dewan Rakyat belum menerima sebarang usul undi tidak percaya, yang luas diperkatakan ketika sesi sidang Parlimen lalu.

mStar Online difahamkan, sehingga semalam Parlimen tidak menerima sebarang usul daripada mana-mana pihak termasuk pembangkang.

"Tak ada apa-apa usul yang cuba dibawa setakat sekarang. Saya fikir ada usul undi tak percaya terhadap Perdana Menteri, mungkin tak timbul lagi sekarang," kata sumber.

Bagaimanapun katanya jika pihak pembangkang ingin membawa usul undi tidak percaya seperti mana yang dihebohkan, mereka boleh berbuat demikian sehari sebelum Parlimen bersidang.

http://mt.m2day.org

Pertahan jawatan Umno: Pak Lah temu pemimpin BN, umum 'pendirian misteri'

(mSTAR) Mempertahankan jawatan Presiden parti ataupun tidak?

Persoalan ini terus bermain di fikiran kebanyakan pihak termasuk di dalam dan luar negara manakala Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dijangka mengumumkan pendirian sama ada mempertahankan jawatan Presiden Umno atau sebaliknya menjelang pukul 5 petang esok.

Pagi tadi Perdana Menteri memberitahu bahawa beliau tidak akan membuat apa-apa pengumuman hari ini.

"Saya tiada pengumuman untuk hari ini," kata beliau kepada pemberita selepas merasmikan BioMalaysia 2008 di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur di sini pagi tadi.

Di sebalik itu, pelbagai spekulasi terus muncul dengan sesetengah pihak masih yakin Abdullah akan mempertahankan jawatan beliau dalam pemilihan Mac depan.

Mereka beranggapan sedemikian dengan melihat perkembangan terkini dalam Umno dan negara.

Semalam Umno Bahagian Kuala Kedah mengumumkan bahawa pihaknya akan mencalonkan Abdullah untuk kekal sebagai Presiden parti.

Badan Perhubungan Kelantan juga mengumumkan pihaknya akan menyokong Abdullah jika beliau berhasrat untuk mempertahankan kedudukannya.

Pada Khamis lalu, bekas Timbalan Perdana Menteri dan Timbalan Presiden Umno, Tun Musa Hitam berkata, beliau percaya bahawa langkah menunda Perhimpunan Agung Tahunan dan pemilihan sehingga tahun depan merupakan petanda kemungkinan Abdullah tidak akan mempertahankan kedudukannya.

Dalam pada itu, Setiausaha Agung Barisan Nasional (BN), Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor hari ini mengesahkan Majlis Tertinggi BN akan mengadakan mesyuarat di Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC) esok.

"Mesyuarat itu akan diadakan pada 3.30 petang esok," katanya kepada Bernama hari ini.

Semalam Perdana Menteri berkata, beliau akan mengumumkan pendiriannya sama ada hari ataupun esok.

Malah, semalam Abdullah mengesahkan yang beliau akan menemui pemimpin-pemimpin BN di ibu negara esok.

"Tunggulah dalam masa yang tak lama lagi, Saya akan buat keputusan esok atau Rabu", katanya selepas mempengerusikan Mesyuarat Panel Penasihat Antarabangsa Bioteknologi di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur di sini semalam.

Pada 26 Oktober lalu Presiden Umno itu berkata beliau akan mengumumkan mengenai keputusannya untuk mempertahankan jawatannya itu sebelum 9 Oktober iaitu sebelum bermulanya persidangan peringkat bahagian.

Pada 1 Oktober lalu, Perdana Menteri berkata beliau akan memberi penjelasan kepada ketua parti komponen BN mengenai pelan peralihan kuasa antara beliau dan timbalannya, Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak.

http://mt.m2day.org

20080813

Fanatik pada pemimpin seperti bidak dalam satu permainan catur.

SAYA merujuk kepada pendapat, "Serabut tengok dunia politik sekarang'' (MStar, 28 Julai 2008). Sebagai pemerhati di luar lingkaran politik, saya turut berpendapat sama seperti penulis, Thinker - Malaysia bahawa kita hanya dapat `menggeleng kepala' melihat semua sandiwara ahli-ahli politik.

Cakap-cakap di warung dan kedai sudah kedengaran: "Saya tidak tahu nak percaya siapa (ahli politik) lagi''. Ada kebenarannya. Ini kerana, ahli-ahli politik berjaya mempengaruhi rakyat termasuk penyokong mereka dengan manifesto parti masing-masing.

Mereka yang fanatik terhadap sesetengah pemimpin itu adalah umpama bidak dalam satu permainan catur.

Tidak boleh disangkal mereka dikorbankan terlebih dahulu agar nyawa hulubalang dan pemimpin atasan dipertahankan? Mereka menjadi alat permainan politik.

Sehubungan itu, ketika dunia politik berserabut, jangan biar fikiran kita berkecamuk. Kita perlu berfikiran waras untuk memahami hala tuju serta perjuangan sebenar sesetengah ahli politik itu.

Adakah mereka kemaruk kuasa politik atau benar-benar ingin menjaga kebajikan rakyat? Tepuk dada tanya selera.

Dalam konteks ini, marilah kita mengingat kembali kisah gembala kambing dan harimau.

Gembala itu pada mulanya memperdayakan penduduk kampung dengan ancaman harimau terhadap haiwan-haiwan ternakannya. Akhirnya, penduduk kampung tidak mengendahkan gembala itu yang meminta tolong apabila harimau muncul lalu membaham kambingnya.

Seelok-eloknya sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu. Namun, suara kebenaran akhirnya menyentakkan kita daripada lamunan.

Kita perlu akur bahawa kekuatan seseorang ahli politik adalah berdasarkan sokongan rakyat terhadapnya. Jika kita memilih ahli politik dengan bijak - tanpa digula-gulakan atau terpengaruh dengan manifesto parti - nescaya kita dapat menguraikan keserabutan dunia politik sekarang.

AU YEONG HOW

20080617

Pemimpin dunia diajak lebih berani atasi krisis

Oleh Abdul Razak Raaff


PERKENAL MAKANAN: Abdullah sambil diperhatikan isteri, Datin Seri Jeanne Abdullah menunjukkan kuih tradisi Melayu kepada Pengasas dan Pengerusi Eksekutif Forum Ekonomi Dunia, Prof Klaus Schwab (dua dari kiri) dan bekas Perdana Menteri Pakistan, Shaukat Aziz (tiga dari kiri) ketika majlis meraikan peserta Forum Ekonomi Dunia bagi Asia Timur 2008, di Dataran Perdana, Bangunan Perdana Putra, di Putrajaya, semalam.

PM mahu langkah drastik selesai isu harga minyak, makanan

PUTRAJAYA: Masyarakat antarabangsa perlu segera mengambil langkah drastik yang lebih berani bagi menangani krisis kenaikan harga minyak dan bahan makanan yang kini mengancam ekonomi dan kehidupan ratusan juta rakyat di seluruh dunia, kata Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.

Perdana Menteri berkata, pemimpin dunia wajar menyuarakan dengan lantang langkah bagi menangani krisis berkenaan kerana ia boleh mewujudkan ancaman lebih besar jika tiada pihak mengambil inisiatif mengkaji atau meneliti semula pelbagai dasar yang menjadi punca berlakunya masalah itu.

"Pada pandangan saya, keadaan yang sedang melanda dunia ketika ini jelas sekali menuntut kepada maklum balas yang lebih berani daripada masyarakat antarabangsa.

"Kita perlu lebih bersedia menyuarakan permasalahan ini secara jujur dengan mengkaji semula beberapa dasar menyebabkan ia berlaku.

"Ini termasuk, perkara seperti menggantikan penggunaan biofuel untuk pengeluaran bahan makanan atau negara maju memerlukan peraturan lebih baik bagi pasaran dan institusi kewangan mereka," katanya berucap pada majlis meraikan peserta Forum Ekonomi Dunia bagi Asia Timur 2008, di Dataran Perdana, Bangunan Perdana Putra, di sini, malam tadi.

Abdullah berkata, forum berkenaan adalah platform terbaik bagi membincangkan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat antarabangsa berkaitan kenaikan harga minyak mentah dunia dan bekalan bahan makanan.

Katanya, peserta perlu memanfaatkan forum yang sudah memiliki reputasi di mata masyarakat antarabangsa bagi mengeluarkan pelbagai cadangan dan idea inovatif untuk mencari kaedah terbaik menangani masalah itu.

"Dunia kini berdepan krisis makanan, minyak dan ekonomi secara serentak. Kita pernah berdepan masalah yang sama sebelum ini, tetapi ia tidak berlaku serentak seperti pada masa ini.

"Ia dilihat akan mewujudkan masalah lebih besar dan akhirnya boleh mendatangkan kemusnahan kepada setiap negara," katanya.

Abdullah berkata, kemakmuran ekonomi di rantau Asia Timur kini diancam tiga masalah iaitu kenaikan harga makanan, peningkatan kos pengeluaran bekalan tenaga dan kemelut ekonomi yang serius.

Ia, katanya, menyebabkan kehidupan rakyat berpendapatan rendah dan sederhana di seluruh dunia terjejas kerana kos sara hidup yang tinggi sehingga menyebabkan berlaku bantahan secara besar-besaran di beberapa negara di dunia.

"Kebanyakan negara di rantau berkenaan sudah pun mengambil pelbagai langkah drastik bagi melindungi ekonomi dan kepentingan rakyat masing-masing, tetapi kesannya adalah terhad jika krisis terbabit terus berlaku," katanya.

Alexa Traffic Rank

Subscribe to dunia-politik

Subscribe to dunia-politik
Powered by groups.yahoo.com