20100101

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 1960

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Pernyataan Solidaritas PRP Atas Wafatnya Gus Dur
From: Perhimpunan Rakyat Pekerja


Message
________________________________________________________________________
1. Pernyataan Solidaritas PRP Atas Wafatnya Gus Dur
Posted by: "Perhimpunan Rakyat Pekerja" prp_pusat@yahoo.com prppusat
Date: Thu Dec 31, 2009 6:19 pm ((PST))

PERNYATAAN SOLIDARITAS

PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA

Nomor:
167/PS/KP-PRP/e/XII/09

 

 

Turut Berduka Cita atas
Wafatnya K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

 

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 30 Desember
2009, rakyat Indonesia telah ditinggalkan oleh guru bangsa yang mampu membangun
demokratisasi di Indonesia menjadi lebih baik. K.H. Abdurrahman Wahid, atau
yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, tentunya menjadi tokoh yang sangat
dibanggakan di negeri ini karena mampu memberikan teladan bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Gus Dur merupakan salah satu
tokoh yang dengan berani berada di garda terdepan untuk melawan penindasan
militerisme Orde Baru yang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Selain itu,
walaupun Gus Dur merupakan pemimpin organisasi massa Islam terbesar di Indonesia
(NU), namun Gus Dur dengan sangat elegan membawa nilai-nilai pluralisme. Semasa
kepemimpinannya menjadi Presiden RI yang ke-4, Gus Dur menerbitkan Keppres No 6
Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang
Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Hal ini akhirnya yang membuat
rakyat Indonesia etnis Tionghoa dapat menjalankan kepercayaannya tanpa diikuti
rasa takut.

Gus Dur juga lah yang dengan
berani mengusulkan pencabutan TAP MPRS No XXV/1966 tentang pelarangan penyebaran
Marxisme, Komunisme dan Leninisme. Walaupun usulan tersebut tidak sempat
direalisasikan karena adanya penolakan yang didukung oleh kelompok neoliberal,
namun usulan Gus Dur tersebut menunjukkan bahwa Gus Dur merupakan sosok yang
sangat menghormati hak kebebasan berpolitik, berpendapat dan berekspresi bagi
seluruh rakyat Indonesia. Gus Dur pun sempat meminta maaf kepada seluruh rakyat
Indonesia, khususnya rakyat yang telah menjadi korban pada peristiwa
pembantaian 1965. Hal ini kembali menunjukkan bahwa Gus Dur adalah sosok
pemimpin yang berjiwa besar.

Keputusan Gus Dur lainnya,
saat menjadi Presiden RI, yang sangat didukung oleh rakyat adalah pembubaran
institusi-institusi militer warisan militerisme Orde Baru, yang memberangus
hak-hak sipil rakyat dan anti-demokrasi di Indonesia, misalnya Bakorstanas
(Badan Bantuan Koordinasi Pemantapan Stabilitas Nasional)/TNI-AD.  Selain itu, Gus Dur pun sempat melontarkan
keinginannya untuk memprofesionalkan TNI sebagai fungsi pertahanan negara yang
sebenarnya dengan membubarkan BABINSA, KORAMIL, KODIM, KOREM, dan KODAM. Namun
sayang, keinginannya belum sempat terealisasi karena keburu dikudeta oleh
kekuatan neoliberal serta para elit politik dan jenderal korup sisa-sisa Orde
Baru.

Hingga saat ini, rakyat
Indonesia belum dapat menemukan sosok pemimpin sekelas Gus Dur. Sosok pemimpin
yang mampu memberikan warna tersendiri bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.
Hanya dalam masa kepemimpinannya lah Hak Asasi Manusia dapat dijunjung
setinggi-tingginya. Pemikiran mengenai pemajuan dan penegakan Hak Asasi Manusia
bahkan direalisasikan dengan membentuk Kementerian khusus yang menangani
masalah Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Selamat jalan Gus…, kami
sangat kehilanganmu sebagai seorang guru bangsa bagi kehidupan berdemokrasi di
Indonesia yang pluralistik. Kami akan melanjutkan perjuangan mu untuk melawan
segala bentuk penindasan yang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Kami akan
melanjutkan perjuangan mu agar sistem neoliberalisme yang menindas rakyat
Indonesia dihancurkan di muka bumi Indonesia.

Kami dari Perhimpunan Rakyat
Pekerja mengucapkan turut berduka cita yang dalam atas wafatnya guru bangsa,
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

            Selamat
Jalan Gus….

 

 




Jakarta,
31 Desember 2009
Komite
Pusat
Perhimpunan
Rakyat Pekerja
(KP-PRP)




Ketua Nasional


Sekretaris Jenderal




 
ttd.
(Anwar Ma'ruf)


 
ttd.
(Rendro Prayogo)


 


filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@gmail.com / prppusat@yahoo.com
Website: www.prp-indonesia.org


Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
� Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
� Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
� Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
dunia-politik-normal@yahoogroups.com
dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

No comments:

Alexa Traffic Rank

Subscribe to dunia-politik

Subscribe to dunia-politik
Powered by groups.yahoo.com