20100528

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 2032[1 Attachment]

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Pernyataan Sikap PRP Mengutuk Penangkapan Aktifis Banggai oleh Milit
From: KP-PRP


Message
________________________________________________________________________
1. Pernyataan Sikap PRP Mengutuk Penangkapan Aktifis Banggai oleh Milit
Posted by: "KP-PRP" prppusat@yahoo.com prppusat
Date: Thu May 27, 2010 8:41 pm ((PDT))







PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA

Nomor:
239/PS/KP-PRP/e/V/10

Hentikan
kriminalisasi terhadap aktivis di Banggai!

Aparat
keamanan menjadi "anjing penjaga" pemilik modal!


Salam
rakyat pekerja,

Suasana
Desa Piondo, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi
Tengah, saat ini tengah bergejolak. Hal ini dikarenakan aparat
militer dan kepolisian sedang mengejar-ngejar beberapa aktivis yang
terlibat dalam aksi di kantor PT KLS (Kurnia Luwuk Sejati) milik
Murad Husen pada tanggal 21 Mei 2010. Aksi yang diikuti oleh 200
petani ini mempermasalahkan beberapa hal. Yang pertama adalah
mengenai perilaku PT KLS, yang mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI)
di kecamatan Toili dan kecamatan Toili Barat, telah merusak
lingkungan sekitar PT KLS dan menggusur lahan rakyat dengan
sewenang-wenang.

Perusakan
dan penggusuran lahan rakyat yang dilakukan oleh PT KLS ini
jelas-jelas telah melanggar hukum. PT KLS ternyata juga telah
mengalihfungsikan HTI menjadi perkebunan sawit, termasuk menanam
sawit hingga di bantaran sungai. Hal ini mengakibatkan banjir tahunan
di daratan Toili. Bahkan akibat penanaman sawit tersebut menyebabkan
kecamatan Toili dan Toili Barat yang dulunya dikenal sebagai lumbung
padi Kabupaten Banggai menjadi daerah yang kekurangan beras.

Penggusuran
yang dilakukan oleh PT KLS juga sangat bermasalah. PT KLS dengan
sewenang-wenang menggusur warga transmigrasi yang telah lama bermukim
disana. Pemukiman tersebut telah lebih dulu ada sebelum PT KLS
berdiri disana. Namun dengan bantuan KODIM 1308 Luwuk Banggai dan
Polsek Toili, maka penggusuran pun dapat dilakukan, bahkan dikawal
langsung oleh aparat kepolisian maupun TNI tersebut.

PT
KLS seakan-akan tidak tersentuh dengan oleh hukum. Pengaduan rakyat
ke pihak Kepolisian Kabupaten Banggai, DPRD Sulawesi Tengah, Komnas
HAM Jakarta, Kementerian Kehutanan, dan instransi lainnya telah
dilakukan. Pengaduan warga tersebut telah membuat pimpinan PT KLS, H
Murad Husain ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tidak Memiliki
Izin Usaha Perkebunan. Namun status tersangka pimpinan PT KLS tidak
membuat aktivitas penggusuran dan penanaman sawit di areal bekas HTI
menjadi berhenti. Aktivitas tersebut terus dilakukan oleh PT KLS dan
dikawal oleh aparat militer KODIM 1308 Luwuk Banggai dan Polsek
Toili. Bahkan areal HTI PT KLS dijadikan latihan militer oleh KODIM
1308 Luwuk Banggai.


Latihan
militer di areal HTI PT KLS tersebut lah yang juga dijadikan
permasalahan dalam aksi tanggal 21 Mei 2010 oleh para petani. Akibat
dari aksi tersebut, beberapa aktivis yang mengorganisirnya dipanggil
oleh Komandan KODIM 1308 Luwuk Banggai. Pemanggilan tersebut akhirnya
berujung pada intimidasi terhadap sejumlah aktivis-aktivis yang
tergabung dalam Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia.
Pemanggilan, yang kemudian dilanjutkan dengan penangkapan, terhadap
aktivis-aktivis FOR Indonesia jelas menunjukkan, bahwa KODIM
1308 Luwuk Banggai telah melanggar hukum. Penangkapan terhadap
seseorang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh aparat kepolisian,
bukan aparat militer (KODIM 1308).

Bahkan
saat ini beberapa sekretariat organisasi yang terlibat di FOR
Indonesia tengah diintai oleh aparat militer dan kepolisian. Upaya
penangkapan terhadap para aktivis masih terus dilakukan oleh para
aparat keamanan tersebut. Hal ini menunjukkan, bahwa aparat keamanan
berusaha untuk menutupi boroknya sendiri mauun PT KLS. Kolaborasi
yang kuat antara pemilik modal dan aparat militer disertai intimidasi
terhadap rakyat merupakan praktek-praktek yang selalu dilakukan oleh
rezim Orde Baru. Kenyataannya hingga saat ini, praktek-praktek
tersebut masih saja dilakukan oleh aparat militer, kepolisian,
birokrasi pemerintahan, atau bahkan penguasa. Ini lah praktek
penguasa yang tunduk terhadap Neoliberalisme. Agenda Neoliberalisme
memang baru bisa berjalan jika ada pemaksaan kepada rakyat melalui
intimidasi.

Maka
dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
Mengutuk
dan mengecam keras keterlibatan militer/TNI (KODIM 1308 Luwuk
Bangai) pada kasus sengketa tanah di Desa Piondo, Kecamatan Toili,
dengan menangkap para aktivis FOR Indonesia dan mengintimidasi
rakyat setempat. Ini merupakan salah satu fakta dari masih adanya
campur tangan militer/TNI dalam kehidupan sosial-politik masyarakat
sipil.
Hentikan
kriminalisasi terhadap para aktivis di Kabupaten Banggai.
Kriminalisasi, intimidasi, dan penangkapan jelas-jelas telah menutup
ruang demokrasi di Banggai.

Kemesraan
pemilik modal dan aparat keamanan merupakan inti dari berjalannya
agenda Neoliberalisme di Banggai, yang nyata-nyata telah merusak
alam dan menghilangkan hak setiap warga Negara untuk memiliki tempat
tinggal dan penghidupan yang layak

Rezim
neoliberal telah membiarkan perilaku PT KLS dan KODIM 1308 Luwuk
Banggai yang telah menyengsarakan rakyat.

Neoliberalisme
telah gagal dalam mensejahterakan rakyat, dan hanya dengan
SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera








Jakarta,
28 Mei 2010
Komite
Pusat
Perhimpunan
Rakyat Pekerja
(KP-PRP)




Ketua
Nasional


Sekretaris
Jenderal





ttd.
(Anwar
Ma'ruf)



ttd.
(Rendro
Prayogo)


filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@yahoo.com
Website: www.prp-indonesia.org


1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/attachments/folder/1920697240/item/list

Pernyataan-Sikap_Hentikan-Kriminalisasi-Aktivis-Banggai.pdf

Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
� Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
� Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
� Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
dunia-politik-normal@yahoogroups.com
dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

20100524

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 2031

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Anas calon kuat di 2014.
From: emailnyaselvi


Message
________________________________________________________________________
1. Anas calon kuat di 2014.
Posted by: "emailnyaselvi" emailnyaselvi@yahoo.com emailnyaselvi
Date: Sun May 23, 2010 8:01 pm ((PDT))


Anas calon kuat di 2014.

I.Operasi udara saat salah sasaran

Nachrowi : 'Kami Tetap Yakin AM Jadi PD-1'
Advertorial - detikNews

Bandung - Hentakan palu yang diketuk tiga kali itu pertanda sidang paripurna Kongres II Partai Demokrat, resmi ditutup. EE Mangindaan, pimpinan sidang malam tadi, yang mengetukkan palu itu dengan kencang. "Sidang malam ini dinyatakan diskors, dilanjutkan lagi besok pagi pukul 09.00," kata Mangindaan, di arena Kongres, Hotel Mason Pine, Bandung , Jawa Barat.

Berakhirnya sidang itu, sedikit merubah alur suasana kongres. Pasalnya, sejak sore hari, sejumlah kubu bakal yakin pemilihan ketua umum bakal bisa dilangsungkan malam itu juga. Upaya untuk mengegolkan itu bisa dibilang lumayan ngotot. Niatan untuk menggelar pemilihan malam itu, akhirnya gagal total. Walau dalam voting sebelumnya, pemilih Opsi B, lebih mendominasi. "Siapa bilang kami kalah," tandas Nachrowi Ramli, ketua tim sukses AM di Bandung malam tadi (22/05).

Memang, setelah voting sore tadi, seolah-olah opini sengaja digalang untuk mengatakan Andi Mallarangeng (AM) sudah habis. Opini itu terbentuk seketika tatkala Opsi A, yang menginginkan agar kongres berjalan sesuai dengan tata tertib yang disusun oleh panitia, kemudian dikalahkan oleh opsi B yang ingin pemilihan umum digelar lebih dulu. Opini itu terus digembar-gemborkan seolah menangnya opsi B tadi, merupakan kekalaghan buat tim AM. "itu tidak benar sama sekali, AM tetap didukung oleh mayoritas DPC menjadi ketua umum," tandas Nachrowi. "Buktinya usaha pemilihan malam ini, kan tidak bisa terlaksana juga, toh akhirnya pemilihan bakal dilangsungkan besok juga," sambung Nachrowi lagi. Pemilihan yang bakal dilangsungkan Minggu (23/05) besok, berarti tetap saja sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya. "Tak ada yang berbeda," tambah Nachrowi.

Panangian Simanungkalit, koordinator infokom tim pemenangan AM, juga menegaskan serupa. "Belum tentu hasil voting itu menggambarkan pemilihan ketua umum akan seperti itu," tukasnya. Yang jelas, tambah Panangian lagi, kekuatan sejumlah pihak luar sangat dirasakan sekali dalam kongres ini. "Terutama untuk menjegal AM, makanya diharapkan kepada seluruh kader PD untuk kembali ke akal sehat, jangan sampai PD ini dikuasai kekuatan luar kongres," tegasnya. (irw) (adv/adv)

Pendukung AM Haqqul Yakin AM Pasti Jadi Ketum
Advertorial - detikNews

Bandung - Jalanan menuju masuk ke perumahan "Kota Baru Parahyangan" itu berubah sejak kemaren. Biasanya, menuju perumahan elit itu, jalanannya lancar tanpa hambatan. Tapi, sejak kemaren, ratusan mobil berjajar memenuhi pinggir jalan. Tepat di depan Hotel Mason Pine, Padalarang itu, suasana macet tak bisa dihindari. Bukan apa-apa, lahan parkir hotel tempat berlangsungnya Kongres II Partai Demokrat itu, tak sanggup menampung membludaknya kader partai itu, yang datang kesana.

Memang, bukan hanya kader Demokrat saja yang berpesta. Penduduk dari Bandung dan sekitarnya juga sibuk menggelar dagangan, buat dijajakan. Macam-macam yang dijual. Bahkan tukang pijat refleksi juga membanjiri pinggiran jalanan itu. Bak seperti pasar dadakan saja. Pesta demokrasi kaum demokrat ini, juga membuat berkah tak terkira bagi masyarakat disana.

Ratusan orang juga berjejer memenuhi jalanan itu juga. Bagi mereka yang tak bisa masuk ke area kongres, banyak yang duduk santai di pinggir jalan, dengan seragam biru-biru pula. Tapi, kebanyakan adalah fans berat buat AM. Para pendukung AM yang banyak berseliweran di sekitar area kongres itu. Lengkap dengan baju seragam, dengan lambang yang bertuliskan "AM for PD-1,". Mereka, juga kebanyakan berkumpul di "Kampoeng AM" yang memang wadah menampung para pendukung AM. Tapi, masyarakat umum dan pendukung kandidat lain, juga tak jarang terlihat ikut menikmati hiburan, santapan, pijatan gratis yang diberikan tim sukses AM ini.

Forum Harmoni Nusantara (Forsas) termasuk salah satu tim pendukung AM yang banyak mengerahkan pasukannya. "Kami sampai saat ini tetap yakin AM bakal memenangkan PD-1," tegas Survenof Sirait, ketua umum Forsas. Hal senada juga diuraikan Zainal Arifin Boediono, koordinator Kaum Muda Indonesia untuk Demokrasi (KMID). Organisasi yang diisi oleh aktivis muda ini, sepenuhnya mendukung AM. Bahkan, anak-anak muda ini tak sekadar mendukungbegitu saja. Sehari lalu, mereka menggelar aksi simpatik di Bandung . Puluhan gadis jelita dan pemuda rupawan, membagi-bagikan bunga tanda dukungan buat AM, di jalanan sekitar Bandung Indah Plaza dan Jalan Merdeka, Bandung . Dengan berbaju bertuliskan "I Love Indonesia ," para aktivis muda itu menggelar aksinya di Bandung sana . "AM itu tokoh muda yang bisa membuat Demokrat berjaya dalam Pemilu 2014 lalu, dia sangat pantas jadi ketua umum Demokrat," tegas Zaenal lagi.

Dari arena kongres, puluhan DPC masih tetap ingin AM yang jadi PD-1. "Kami tetap yakin AM akan memimpin PD kedepan, karena hanya dia yang layak," tukas Haryono Abdul Bari, ketua DPC Sampang, Madura, Jawa Timur. Hal senada diuraikan Tengku Hashimi Puteh, Ketua DPC Kabupaten Aceh Jaya. Jari Kurniato, ketua DPC Pati , Jawa Tengah, tetap bakal terus memperjuangkan AM agar menang dalam pemilihan nanti. "Karena cuma dia yang pantas membawa perahu Demokrat ini kedepan," katanya. (irw)
(adv/adv)

Jika membaca berita ini seakan akan akan menang mutlak, apalagi jika melihat iklan dijalanan dan dimedia lainnya seakan akan semuanya sudah milik andi mallaranggeng.

Hasilnya ternyata diputaran pertama saja sudah kalah dari anas dan marzuki dan langsung menjadi panonton. Tanda tanda ini terlihat ketika ketiga kandidat dipanggil ketua dewan Pembina partai democrat bersama ketua umum periode 2005 s/d 2010., posisi andi mallaranggeng berada pada posisi paling jauh dari ketua dewan Pembina partai democrat.

Dibaliik ini semua, bagi para aktifist kekalahan ini tidak aneh karena yg dilakukan tim kampanye andi mallaranggeng adalah kampanye sebagai calon presiden pada 2014 dengan menggunakan momentum kampanye pemilihan ketua umum partai Demokrat.

Kampanye yg mengandalkan operasi udara / iklan adalah operasi yg ditujukan kepada pemilih yang berada pada ruang terbuka dan secara networking tidak mungkin bisa di capai dan digalang. Contohnya pemilihan pemilu kada dan pilpres serta anggota legistative. Pemilihan ketua umum partai Demokrat tidak terlalu jauh dengan pemilihan ketua umum HMI. KAMMI,KAHMI. Himpmi, kadin dll. Artinya yg paling penting adalah bersilaturahmi, berbagi dan bersinergy. Oleh karenanya hampir pasti kalah jika tidak menggunakan cara berbagi dan bersinergy kepada pihak yang tepat dan sangat ditentukan oleh jumlah suara, pemilik suara. Serta pemetaan awalnya dan menindaklanjutinya.


II. Bagaimana SBY, kok membiarkan Ibas seperti membiarkan Aulia Pohan.



Terlalu Eksploitasi Ibas & Terkesan Jumawa, AM Kurang Disukai DPC PD
Ayu Fitriana - detikNews

Jakarta - Di atas kertas, modal Andi Mallarangeng terlihat kuat. Dia gencar beriklan dan mendapat dukungan eksplisit dari Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Namun tetap saja dia kalah dalam bursa ketum PD.

Kekalahan itu diduga karena Andi terkesan terlalu mengeksploitasi dukungan dari Cikeas, dalam hal ini Ibas. Hal ini membuat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kurang menyukai AM.

"Dengan caranya yang seperti itu, DPC-DPC merasa nantinya AM hanya akan loyal pada SBY. Nanti tidak memperhatikan kepentingan DPC," analisis Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latief, pada detikcom, Minggu (23/5/2010).

Yudi juga berpendapat, cara kampanye yang dilakukan oleh AM terlalu berlebihan.

"Saya kira dia blunder karena model kampanyenya yang sangat high profile itu kontraproduktif di kalangan DPC-DPC, jadi terkesan jumawa," kata dia.

Faktor lain yang dianggap menjadi penyebab kekalahan AM adalah terlambatnya AM mengajukan diri sebagai calon ketua umum.

"Kalau Anas dan Marzuki kan sudah lama," kata dia.

Yudi menilai SBY sudah melakukan tindakan yang tepat dengan tidak memberikan dukungan secara terang-terangan, meskipun ia terlihat cenderung mendukung AM.

"Karena SBY sendiri kan tidak boleh memperlihatkan arah dukungannya," tutupnya. (nrl/nrl)

Sederhana kelihatanya , gara gara over memanfaatkan maka terjadi arus balik dan langsung dikalahkan padahal menurut analisa kalaupun ia tetapi yg paling menentukan adalah seperti yg disampaikan pada tulisan bagian awal.

Bagi SBY dalam konteks idealis kekalahan ibas sungguh sebuah pengalaman sangat berharga bagi ibasnya. Dan SBY mengatakan ia juga pernah dikalahkan pada pemilihan sebagai wakil presiden sehingga yang akhirnya jadi adalah Hamzah Haz jetika itu, ini disampaikan pada pidato dewan Pembina tadi pagi sebelum pemilihan. Dan sangat mungkin nasehat ini untuk ibas selain pihak lainnya yang dikalahkan pada pemilihan ini.

Bagi ibas kekalahan jagoannya termasuk dirinya membuktikan bahwa memenangkan idea dan pilihannya sangatlah tidak sederhana serta membuktikan juga bahwa partai bisa diluar kendali dan kontrolnya.

Dalam soal kendali ini maka Anas menang memang ia yang kuat secara jaringan aktifist, politisi , serta akademis seperti achmad mubarok serta jawa yahya sacamanggala terutama pengalamannya. Dan terbukti juga Ternyata jaringan HMI dan pengalaman berpolitik alumninya pada kongres kongres semasa muda telah menjadi pengalaman yang berharga sehingga berhasil memenangkan ketua Demokrat.

Pengalaman Andy dan Marzuki alie sebagai aktifist memang jauh dibandingkan Anas yang sudah malang melintang didunia persilatan aktifist dan aktifisme.

Oleh karenanya kekalahan Andy malarangeng bukan hanya karena terlalu over memanfaatkan ibas tetapi memang dari segi jam terbang sebagai aktifis memang kalah pengalaman dan kelas dari anas dan jika tajam melihatnya andy tidak akan seterkenal sekarang jika tidak berada didekat SBY. Berbeda dengan Anas yg memang merintisnya berjaringan sejak lama.

Terbukti rame dimedia masa tidak berhasil karena tidak tepat sasaran, begitu anak presiden dan ketua dewan Pembina juga tidak menjamin kemenangan.

Dan apakah disini juga diperlihatkan SBY, bahwa masa depan partai Demokrat memang ada pada anas urbaningrung karena kedua calonlainnya palingan hanya menang menjadi ketum tetapi hampir pasti kalah menjadi RI 1 di 2014.
III. Partai Demokrat sudah punya calon untuk 2014

Bisa jadi kemenangan Anas adalah , Kemenangan Politik Gagasan
Advertorial - detikNews

Bandung - 23 Mei 2010 – "Great ideas often receive violent opposition from mediocre minds" demikian dikatakan salah satu ilmuwan paling terkemuka abad 20, Albert Einstein. Kutipan tersebut merefleksikan bahwa perjuangan mewujudkan sebuah gagasan besar bukan pekerjaan yang mudah. Ia kerap terhalang oleh pemikiran-pemikiran sempit yang mencacinya.

Perjuangan mewujudkan sebuah gagasan membutuhkan militansi intelektual, yang penuh kesabaran, ketekunan, dan kekayaan dialetika berpikir. Bukan sebuah payung cantik yang berusaha melindungi wajah berkosmetik tebal dari panas dan hujan.

Hari ini di Bandung , perjuangan mewujudkan gagasan itu dilakukan. Ikhtiar politik gagasan itu direalisasikan lewat sosok Anas Urbaningrum. Yang tidak berdiri di depan cermin kepalsuan. Yang memimpin dengan hati.

Ini menjadi sebuah titik tolak untuk mewujudkan demokrasi yang modern dan produktif. Yang tidak hanya terpaku pada sebuah konsep namun tercermin hingga tataran praktis dan meritokrasi. Yang tidak hanya dikerjakan oleh kader-kader berpengalaman di Partai Demokrat. Namun juga oleh dinamika generasi baru Indonesia .

Hari ini di Bandung , kemenangan politik gagasan itu terjadi. Kemenangan yang bisa dirasakan, dinikmati dan dirayakan oleh rakyat. Oleh mereka yang hendak bergerak dan bekerja bersama Partai Demokrat.

Bergerak dan bekerja yang dijaga oleh sebuah kesadaran membangun budaya demokrasi yang modern dan dipimpin oleh ketulusan hati.

Hari ini di Bandung , kesadaran yang terpenjara oleh tenda-tenda berpendingin udara terbebaskan oleh kesederhanaan. Fantasi yang dilambungkan oleh balon-balon udara itu kembali di bumikan.

Seperti kata Anas Urbaningrum tahun 1998 silam, "Harga diri demokrasi terletak pada faedahnya bagi publik." (adv/adv).


Anas sudah menjadi ketua umum partai Demokrat. Kelebihannya sebagai aktifist sudah tidak usah dipertanyakan. Hanya sebagai aktifst sdh pasti tidak akan puas dan menerima kultur keluarga sebagai patron poltik dan penentu arah selamanya.

Hambatan sebagai personal tidak usah dibahas sehingga yang dibahas adalah hambatan berdasarkan pengalaman dan cultural aktifist. Oleh karenanya jika transformasi social di partai demokratnya tidak mulus hampir pasti akan berantakan. Sebelumnya sangat jelas bahwa sentranya adalah SBY, keluarga dan cikeas. Sekarang ini akan mulai berubah.


Disinilah kita sebaiknya belajar melihat bagaimana cultural yang luhur dan baik ini bisa bertransformasi sehingga pada sisi pengorganisasian ini dibuktikan bahwa anaslah yang berhasil memenangkan kontestasi di Partai Demokrat ini,

Disini juga terlihat kejelian sang maestro achmad mubarok yang jelas jelas mendukung anas dari sejak awal bahkan sejak pilpres 2009 sudah menyebut bahwa untuk 2014 jika ingin butuh kepastian maka anaslah yang harus menjadi Presiden di 2014.

Disisi lain ini adalah tanda bahwa partai democrat tidak akan seterusnya mengandalkan blessing cikeas karena pasca 2014 sudah pasti keua dewan pembinanya tidak akan menjadi Presiden RI lagi jika Indonesia menggunakan uud yang sekarang digunakan.

Oleh karenanya kekalahan andy dan marzuki bisa dikatakan sebagai era baru partai democrat dimana sebelumnya patronasenya SBY dan cikeas sedangkan kedepannya adalah aktifist dan pegiat politik serta jaringan partai democrat sendiri. Ini berarti bergeser juga dari tadinya patronya keluarga saat ini dengan jelas jelas akibat kekalahan ibas yg mendukung andy maka pusarannya mulai bergerak mendapatkan patron baru yang semakin hari akan semakin terbaca.

Orang juga tidak memperhatikan bahwa Anas memang tidak bersama ibas tetapi jelas sowan bertemu dengan ibu sepuh yg juga jelas putri dari kiai besar di jatim dan disini jugalah cultural NU berpengaruh. Jika pada 2005 yg terjadi sebaliknya dimana calon calon professional mundur dan dikalahkan keinginan dari keluarga supaya hadi utomo yang menjabat saat ini yang terjadi sebaliknya. Oleh karenanya ini adalah momentum membalikan arah jarum jam bagi Partai Demokrat menjadi partai moderen.

Sekarang kesiapan partai Demokrat menjadi partai moderan sedang dipertaruhkan , apakah pengaruh SBY, keluarga dan cikeas akan tetpi dominant sehingga anas walaupun memenangkan kontestasi tetapi kewenangan tetap pada tempat dan posisi semula atau kewenangan itu memang diiklaskan SBY, keluarga dan cikeas diberikan sepenuhnya sepanjang amanah dijaga.?

Jika ini terjadi dan dilakukan maka akan ada perubahan nyata ibas kalaupun tetap penting karena sebelumnya lebih berposisi sebagai putra kerajaan dan putra mahkota. Kedepan jika menginginkan partai dan jenjang politik yang lebih tinggi maka ia harus berkeringat dan tidak bisa lagi mengandalkan hanya menemani kedua orang tuanya dalam kunjungan.

Disisi lainnya tidak ada pilihan bagi ibas selain merubah polanya dalam berpolitik dan ini juga yang ditunjukan SBY kepada anaknya karena dengan cara politik seperti saat ini serta zaman perubahan social seperti ini sudah pasti cara politik yang lamanya tidak akan bertahan lama.

Perubahan perubahan hampir pasti akan terjadi meluas. Dengan adanya Anas hampir pasti intelektual dan cendikiawan akan dipanggil dan masuk. Disini juga jika tidak hati hati akan bergesekan dengan orang orang yg bergelar dan kebetulan sekolah diluar negeri yang sekarang sudah mewarnai Partai Demokrat.

Kita akan melihat berbagai hal baru atau justru akan segera muncul pertentangan akibat perubahan ini.

Kita akan segera melihatnya dalam 3 tahun kedepan? Jika berhasil bertransformasi bagaimana dan sebaliknya.

Semoga bermanfaat.

Agus muldya natakusumah
Indosolution

Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
• Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
• Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
• Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
dunia-politik-normal@yahoogroups.com
dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

20100521

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 2030[1 Attachment]

There are 3 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Jemputan ke Forum menangangi Gejala Sosial - di Shah Alam
From: Ahmad

2. Pidato Politik KP-PRP untuk 12 Tahun Reformasi
From: KP-PRP

3. SN _ Terbaru Poligami
From: Ahmad


Messages
________________________________________________________________________
1. Jemputan ke Forum menangangi Gejala Sosial - di Shah Alam
Posted by: "Ahmad" ahmus@yahoo.com ahmus
Date: Thu May 20, 2010 2:15 am ((PDT))

Para Muslimin dan Muslimat adalah
dijemput
ke Forum Khilafah yang bertajuk "Mencari
Penyelesaian Gejala Sosial dalam Masyarakat "
anjuran Hizbut Tahrir Malaysia dengan kerjasama Khilafah Center
. Maklumat seminar adalah seperti berikut:

Tarikh : 22hb Mei 2010 (Sabtu)
bersamaan 8 Jamadilakhir 1431 HWaktu : 0830 pagi - 1:00 petang

Tempat : Masjid Ubudiyah, Seksyen 19, Shah Alam,

(
Berhampiran Komuter Shah Alam ).

Masuk Adalah Percuma (Makanan ringan
disediakan)

Sesuatu yang pasti dan Pasti dilalui adalah
Kematian. Setiap patah perkataan yang kita tulis
Ada yang menghisabnya.

Ahmus


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Pidato Politik KP-PRP untuk 12 Tahun Reformasi
Posted by: "KP-PRP" prppusat@yahoo.com prppusat
Date: Thu May 20, 2010 2:43 am ((PDT))







Pidato Politik
Pimpinan
Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja

Nomor:
237/PI/KP-PRP/e/V/10

(Disampaikan
pada 12 Tahun Reformasi)


Satukan
Tindakan: Galang Persatuan Organisasi Rakyat Pekerja!


Jakarta,
20 Mei 2010


tanggalkan
kacamata kuda itu!

yang
sangat lama membelenggu

membatasi
penglihatan

menyempitkan
pikiran

menumpulkan
perasaan
(cuplikan
puisi kacamata kuda dalam
Angin Burangrang: Sajak-sajak Petani
Tua, oleh Samsir Mohamad)

Kawan-kawan
seperjuangan,

Tidak
terasa, sudah 12 tahun perjalanan reformasi di Indonesia yang diawali
dengan tumbangnya diktator militer Soeharto dari kursi kepresidenan
(yang didudukinya selama 32 tahun) pada tahun 1998, sebagai akibat
dari semakin meningginya aksi-aksi perlawanan jutaan rakyat di hampir
seluruh daerah Indonesia. Peristiwa pada 12 Mei 1998 tersebut
menambah catatan pada perjalanan sejarah perjuangan rakyat pekerja,
dalam bulan Mei, melawan rezim serta sistem yang menindas dan
menghisap.


Reformasi
Hanya Ilusi

Kawan-kawan
seperjuangan,

Bulan
Mei menyimpan puzzle-puzzle arus balik kesadaran yang
menciptakan peristiwa-peristiwa yang memaknakan adanya api perlawanan
rakyat pekerja kepada rezim kekuasaan. Kita awali dengan peristiwa 1
Mei yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Buruh Internasional adalah
puncak keberhasilan Kongres Internasionale Kedua di Paris pada tahun
1889, dimana Raymond Lavigne mengajukan usulan untuk mengadakan
demonstrasi pada tanggal 1 May 1890 sebagai peringatan dan
penghormatan terhadap pembantaian Hay Market di Chicago tahun 1886.
Selanjutnya, di seluruh dunia sampai saat ini, seluruh
serikat-serikat buruh dan didukung elemen gerakan sosial menjadikan 1
Mei (kemudian disebut May Day) sebagai ekspresi kesatuan aksi
massa yang teguh dan sebagai serbuah metode perjuangan untuk
Sosialisme, yang dipimpin kelas pekerja (Rosa Luxemburg, 1913). Belum
lama ini pun kita memperingati dan menetapkan 8 Mei sebagai Hari
Perjuangan Buruh Perempuan berdasarkan momentum kematian Marsinah
–buruh perempuan yang ketika sedang melakukan aksi pemogokan.

Sedangkan
2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk memperingati
hari kelahiran Ki Hajar Dewantoro, yang mewujudkan pendidikan
alternatif untuk melawan hegemoni kolonial melalui sistem pendidikan
yang rasis kepada kaum pribumi. Bahkan hingga saat ini sistem
pendidikan kita masih dalam cengekraman rezim neoliberal yang
menghendaki rakyat pekerja dunia ketiga sebagai tenaga
kerja tidak terampil dan tidak mempunyai kemampuan mencipta selain
merakit belaka.

Dua
belas tahun lalu, belumlah sirna dari ingatan kita, terjadinya
penembakan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998,
di tengah perjuangan mahasiswa menumbangkan rezim Orde Baru. Belum
kering air mata untuk itu, tiba-tiba meledak peristiwa yang sampai
sekarang tak dapat kita pahami, yakni kekacauan massal yang dipimpin
orang-orang tak jelas yang membakar bangunan pemukiman dan pertokoan
di Jakarta, melakukan penjarahan barang-barang, dan kekerasan seksual
terhadap perempuan Tionghoa. Sungguh aneh, di tengah kekacauan
sebesar itu tiba-tiba ratusan pasukan militer yang sebelumnya
berhadap-hadapan dengan gerakan mahasiswa, lenyap dari pemandangan.
Perlawanan rakyat yang dipelopori gerakan mahasiswa pada akhirnya
memenangkan pertarungan, yang mengakhiri jabatan Soeharto sebagai
presiden pada 21 Mei 1998. Pada hari yang hampir sama, 102 tahun yang
lalu, pada 20 Mei 1908 di Batavia, para pemuda mengukuhkan arus balik
kesadaran mereka dengan memangun sebuah organisasi yang melawan
hegemoni ideologi kolonial. Organisasi pemuda itu diberi nama Boedi
Oetomo. Sekali pun masih terasa Jawa-sentris namun hakekatnya adalah
menyalanya percik api perlawanan.

Namun,
selalu dan selalu kemenangan rakyat itu kemudian diplintir dan
dijarah oleh kekuasaan borjuasi. Mereka ini yang menghendaki
kapitalisme ala imperialisme dan neoliberalisme, tetap menata
Indonesia sebagai sumber bahan mentah, tenaga kerja, dan sekaligus
pasar. Kemenangan gerakan rakyat menurunkan Soeharto akhirnya
diplintir sebatas gerakan reformasi ala neoliberal demi merestorasi
sumber-sumber ekspolitasi dan distribusi di Indonesia. Ini semua
dalam rangka pemulihan krisis keuangan global pada 1997, dimana
keterbukaan politik di Indonesia menjadi syarat. Mahasiswa dan
rakyat, bahkan yang menjadi korban krisis ekonomi 1997 dan kejahatan
kemanusian 12-14 Mei 1998, tersingkir dan terasing dari arah
reformasi itu sendiri. Beberapa di antaranya kehilangan kepercayaan
terhadap gerakan rakyat dan memilih menjadi bagian dari status quo
borjuasi.


Sangat
teranglah, reformasi otoritarian Orde Baru merupakan jalan lurus
membangun Indonesia sebagai negara pasar yang dikontrol rezim
neoliberal. Reformasi hanyalah sebuah rute yang penuh ilusi
menuju demokrasi dan pertumbuhan ekonomi membaik. Terbukti rakyat
pekerja yang jumlahnya 90% dari seluruh angkatan kerja di Indonesia
(BPS, 2007) kian menghadapi pilihan-pilihan yang langka untuk hidup
dan survive. Kerja sebagai petani, buruh pabrik, nelayan,
sopir, pekerja seks, bahkan pencopet, bukanlah pilihan bebas sebuah
profesi untuk "menjadi" (to be). Ini merupakan persoalan
ketika tanah dan laut makin banyak dirampas untuk investasi,
sedangkan pada tahun 2004 sistem kerja outsourcing dan PHK
massal menjadi hantu bagi ratusan ribu buruh. Maka yang terjadi
adalah tenaga kerja yang mengambang tanpa basis produksi yang pasti.
Inilah faktanya, reformasi terbukti mempercepat proletarisasi di
Indonesia, dan mereka ini bertahan hidup dengan utang dalam berbagai
bentuk yang natura maupun uang. Maka, patutlah dipertanyakan,
darimana angka pertumbuhan ekonomi anatra 4-7 persen itu diperoleh,
jika utang merupakan sendi perekonomian mikro, baik untuk menutup
biaya produksi maupun konsumsi rumah tangga buruh, petani, nelayan,
dan rakyat pekerja secara umum? Dari sinilah kita tegaskan bahwa
reformasi pada dasarnya telah gagal sejak wacana itu dilontarkan
elit borjuasi saat itu. Sebab, ketika perlawanan terhadap rezim
Soeharto bangkit, perjuangan rakyat pekerja yang dipelopori mahasiswa
bukanlah mengajukan proposal reformasi melainkan rezim dan sistem itu
harus tumbang.
Gerakan
penumbangan rezim yang berpuncak pada tahun 1998, faktanya terbukti
telah gagal mensejahterakan dan memenangkan rakyat pekerja. Umumnya
rakyat pekerja telah mempercayai ilusi hadirnya Tartuffe, sang
penyelamat kehancuran manusia. Siapakah Tartuffe? Ia tokoh ciptaan
Moliere (sastrawan Perancis), dalam sebuah karya dramanya yang
berjudul Tartuffe. Si Tartuffe bertampilan laki-laki yang selalu
membawa dan membaca kitab suci, yang kata-katanya seperti pisau
kebijaksanaan, yang perilakunya santun dan rendah hati, yang merogoh
belas kasihan seorang dermawan dan memberi Tartuffe fasilitas
kehidupan di rumahnya. Tak tahunya di baalik kesucian dan
kesantunnya, Tartuffe berupaya untuk menjarah tubuh isteri sang
dermawan dan mempunyai rencana sistematis untuk pula menjarah harta
kekayaannya. Kelakuan Tartuffe itu pada akhirnya dapat diblejeti dan
dihancurkan isteri sang dermawan dan pekerja rumah tangganya. Orang
yang bertampilan suci, bersih (Mr.
Clean) dan bijaksana namun penuh daya
kejahatan di dalamnya kemudian disebut "tartuffe".
Di negeri kita ini ada banyak "tartuffe"
yang beramai-ramai menggagalkan kemenangan perlawanan rakyat. Rakyat
pekerja termakan ilusi oleh tampilan "tartuffe"
yang suci dan memilihnya memimpin negara. Para "tartuffe"
berjaya memimpin negara dengan menjarah dan mengkorupsi kedaulatan
rakyat atas negara, pada aspek kekayaan, tenaga, dan ideologi. Pada
aspek kekayaan, kita merasakan perampasan tanah petani dan
penggusuran tanah rakyat atas nama pembangunan fasilitas publik. Pada
aspek tenaga, kita merasakan buruh telah diperas sampai tetes
keringat yang kering. Pada aspek ideologi, kita telah dihegemoni
dengan ilusi perdagangan dan investasi pasar bebas di Indonesia akan
membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, di mana surplusnya
dapat diterima rakyat sebagai jaminan sosial, seperti BLT, Jamkemas,
PNPN Mandiri, dan sebagainya.

Lawan
Ilusi dengan Persatuan Perjuangan Kelas Pekerja

Kawan-kawan
seperjuangan,
Syukurlah,
setelah reformasi gagal, perjuangan kaum buruh menunjukkan
perkembangan yang militan. Serikat-serikat buruh bertumbuhan melawan
ilusi kebebasan berserikat, dan sejak 2004 melawan outsourcing
dan PHK massal, privatisasi BUMN, serta
pailitisasi pabrik manufaktur yang berujung PHK massal. Gerakan
serikat buruh tumbuh subur di atas landasan perjuangan ekonomisme
tersebut. Bahkan terdapat federasi-federasi serikat buruh yang
memperbesar kekuatannya menjadi konfederasi serikat buruh di
Indonesia, yakni Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh
Indonesia), KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia),
KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia), dan KSBSI (Konfederasi
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia). Adanya konfederasi-konfederasi
serikat buruh ini cukup signifikan melawan dan memecah hegemoni
ideologi Orde Baru terhadap buruh yang masih dikembangsuburkan rezim
neoliberal di bawah pimpinan rezim SBY. Ideologi itu berupa sistem
keyakinan tentang kemitraan kelas pekerja (working
class) dengan korporasi kapitalis dan
penyelenggara pemerintahan. Ilusinya, hak ekonomisme perburuhan
dibahas dalam suasana kekeluargaan dengan jajaran penghisapnya dan
tentu saja hal ini merupakan ilusi tentang harmonisasi yang tak
mungkin. Bagaimana mungkin buruh yang memperjuangkan kesejahteraannya
dapat duduk bersama dengan korporasi kapitalis, sebagai keterwakilan
kapitalis yang memeras nilai lebih dari keringatnya buruh? Sedangkan
penyelanggara pemerintahan yang telah menjadi antek kapitalis tentu
lebih memilih remah-remah kapitalis ketimbang menjamin kebutuhan
ekonomisme buruh.

Namun
demikian, gerakan serikat buruh ini harus mewaspadai ancaman
pemerosotan jumlah serikat-serikat akibat penutupan pabrik (atas nama
pailit), relokasi, privatisasi, PHK massal, dan outsourcing.
Terutama di sektor manufaktur, jasa, dan agribisnis, telah kita
saksikan bubarnya serikat-serikat buruh karena faktor yang telah
disebutkan tadi. Suatu hal yang harus dipikirkan adalah bagaimana
serikat buruh tidak bubar, sekalipun terjadi PHK massal; dan
perjuangan buruh dapat berkelanjutan, sekalipun kompensasi kecil
telah diberikan kepada yang mengalami PHK massal. Inilah tantangan
gerakan buruh yang sejati!
Sampai
di sini, gerakan buruh tak bisa sebatas memperjuangkan ekonomisme
untuk tingkat survival
semata. Gerakan buruh harus ditingkatkan
untuk berkuasa, mengambil alih alat produksi, dan kemudian membangun
mekanisme kontrol di tingkat produksi, manajemen, serta distribusi.
Serikat buruh harus mempunyai strategi
pengambilalihan ketika pabrik ditutup
dan dinyatakan pailit. Di sejumlah pabrik di Tangerang, Jakarta
Utara, Karawang, Semarang, Jombang, dan Surabaya, kisah pendudukan
pabrik oleh buruh telah terjadi sejak 2004, ketika mereka berupaya
mempertahankan yang hendak dijual pemiliknya. Namun, gerakan
pendudukan pabrik ini masih sebatas menunggu pesangon dari tim
kurator yang melakukan penjualan aset. Setelah mendapat pesangon,
kebanyakan serikat buruh itu pun membubarkan diri. Inilah yang
seharusnya menjadi strategi baru konfederasi serikat buruh, untuk
mendukung dan meningkatkan secara kualitatif pendudukan pabrik
menjadi gerakan pengambilalihan alat produksi, serta kemudian serikat
buruh tersebut memimpin keberlangsungan proses produksi di bawah
kontrol manajemen buruh.


Perjuangan
buruh memang harus meningkat dari masalah ekonomisme menjadi
perjuangan politik untuk berkuasa di bawah kontrol buruh. Perlawanan
terhadap rezim neoliberal, baik di tingkat kebijakan dan ideologi,
harus dilakukan melalui pemogokan nasional, pengambilalihan alat
produksi, serta penguasaan industri nasional berada di bawah kontrol
buruh.
Perjuangan
gerakan buruh harus bergabung dengan gerakan tani. Serikat buruh
membangun kerjasama praktis yang bersifat ekonomis dan politik dengan
serikat tani. Hal-hal yang dapat dikerjasamakan hendaknya di bawah
kepemimpinan konfederasi, agar jalinan kerjasama dari bawah dapat
didorong maju dan meluas. Karena itu konfederasi
serikat tani harus segera dibentuk, setelah
mencapai gerakan pengambilalihan tanah dan/atau mempertahankan tanah
yang diserobot pemilik modal. Maka serikat tani harus memikirkan
kontrol atas produksi, distribusi, dan harga pasar. Sebab, problem
yang dihadapi petani meliputi tanah yang makin langka dari pemilikan
mandiri, hasil produksi tak sesuai dengan biaya produksi karena harga
ditentukan oleh pasar, pemaksaan monokultur, tenaga produksi atas
hitungan sukarela, modal dan teknologi yang tergantung pada jaringan
pedagang ritel yang berinduk pada agen-agen besar. Dari sini telah
nampak jelas, bahwa produksi pertanian rakyat telah berhasil dibuat
100% tergantung pada pasar. Kebangkrutan petani disebabkan oleh
pengontrolan harga pasar dan kualitas hasil pertanian ditentukan oleh
rezim neoliberal. Kebangkrutan petani pada dasarnya adalah terjadinya
"buruhisasi" di sektor pertanian. Saat ini, sekitar separuh lebih
petani di Indonesia telah menjadi buruh tani, yang jika tidak sedang
musim produksi mereka menjadi buruh konstruksi atau buruh jasa.
Hampir serupa dengan petani, adalah keadaan nelayan di Indonesia yang
perjuangannya belum tertata ke dalam serikat-serikat yang meluas
danmenyebar.

Kesatuan
Tindakan Melawan Pecah Belah


Kawan-kawan
seperjuangan,


Adalah
tugas kita untuk mendorong agar serikat-serikat kelas-kelas tersebut
di atas, terorganisir dalam konfederasi yang dipimpin oleh sebuah
partai politik dan perjuangan itu berada dalam kesatuan tindakan.
Kami pungut perkataan Lenin:

Di
tengah-tengah perjuangan pada saat itu, mutlak dibutuhkan adanya
suatu kesatuan tindakan. Dalam panasnya pertempuran, dimana setiap
urat nadi tentara proletariat sedang bergerak begitu tingginya, tidak
ada kritisisme apapun yang
kita perbolehkan. Tapi sebelum aksinya ditentukan, harus ada suatu
diskusi yang luas dan bebas terhadap suatu resolusi dari bermacam
argumentasi dan berbagai usul yang berbeda-beda.

(VI
Lenin dalam Kongres
Telah Menyimpulkan)

Kesatuan
tindakan dalam perjuangan kelas-kelas pekerja merupakan sokoguru yang
menetukan kemenangan. Tak ada perubahan revolusioner yang berjalan
liar semau-maunya, karena sikap ini membuka peluang pemecahbelahan
melalui politik uang oleh rezim neoliberal. Ancaman yang tersulit
kita dihadapi oleh semua perjuangan rakyat pekerja adalah ilusi uang
dan ikusi perubahan melalui keterwakilan partai politik borjuasi.
Telah nyata, ilusi itu mematikan pergerakan. Itulah sebabnya tak
perlu kita sangsi oleh berbagai ilusi dan praduga yang tak
bermartabat terhadap jalan yang hendak kita tempuh. Bukankah telah
terbukti? Kemenangan kita dari penjajahan kolonial ditentukan oleh
gerakan massa yang dipimpin oleh persatuan rakyat pekerja. Kemenangan
revolusi di dalam sejarah dunia juga ditentukan oleh persatuan rakyat
pekerja yang dipimpin oleh organisasi politik kelas pekerja. Namun,
dalam kesempatan memperingati 12 tahun reformasi ini, kami menyerukan
dan mengajak seluruh organisasi gerakan serta serikat-serikat rakyat
pekerja mendiskusikan secara luas dan bebas mengenai bagaimana
jalannya membangun persatuan perjuangan rakyat pekerja, baik nasional
maupun di lokal masing-masing; bagaimana metodenya, dan apa alatnya.
Dengan ini, kita tanggalkan kacamata kuda dan mengeksplorasi secara
bebas kondisi material yang ada di daerah maupun nasional. Namun
semuanya berada dalam satu tindakan meningkatkan secara kualitatif
gerakan-gerakan kelas pekerja menuju perjuangan politik untuk
berkuasa dan membangun Sosialisme.


Hanya
dengan keyakinan, ketekunan, dan kesabaran, kita akan menang. Jangan
pernah lelah perjuangkan Sosialisme.


Sosialisme,
Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!

Sosialisme,
Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!

Bersatu,
Bangun Partai Kelas Pekerja!






Jakarta,
20 Mei 2010
Komite
Pusat
Perhimpunan
Rakyat Pekerja
(KP-PRP)




Ketua
Nasional


Sekretaris
Jenderal






ttd.
(Anwar
Ma'ruf)




ttd.
(Rendro
Prayogo)



filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@yahoo.com
Website: www.prp-indonesia.org


1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/attachments/folder/1394007903/item/list

Pidato-Politik_Peringatan-12Tahun-Tumbangnya-Suharto.pdf

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. SN _ Terbaru Poligami
Posted by: "Ahmad" ahmus@yahoo.com ahmus
Date: Thu May 20, 2010 3:08 am ((PDT))

Berpoligamipun kena masuk penjara??? Apa Malaysia dah sama dengan Perancis ke, mistress tak apa, poligami kena dakwa???

Sesuatu yang pasti dan Pasti dilalui adalah
Kematian. Setiap patah perkataan yang kita tulis
Ada yang menghisabnya.

Ahmus


Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
� Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
� Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
� Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
dunia-politik-normal@yahoogroups.com
dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

20100520

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 2029

There are 3 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Pernyataan Sikap PRP Menuntut Pembebasan 13 Aktifis Talaga Raya
From: KP-PRP

2. Kini, Semua Orang Mampu Menunaikan Ibadah Haji!
From: afyan afyan

3. Penegakan hukum dan keadilan harus tegak, jika tidak perpecahan ngan
From: emailnyaselvi


Messages
________________________________________________________________________
1. Pernyataan Sikap PRP Menuntut Pembebasan 13 Aktifis Talaga Raya
Posted by: "KP-PRP" prppusat@yahoo.com prppusat
Date: Wed May 19, 2010 1:39 am ((PDT))


PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA

Nomor:
236/PS/KP-PRP/e/V/10


Bebaskan
13 aktifis dan warga Talaga Raya yang ditangkap!

Rezim
neoliberal semakin represif kepada rakyat!


Salam
rakyat pekerja,

Represifitas
rezim neoliberal dan mengkriminalisasi rakyat, melalui aparat
kepolisian, akhirnya kembali dilakukan. Sebanyak 13 orang aktifis dan
warga di Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara,
ditangkap oleh aparat kepolisian pada tanggal 16 Mei 2010.
Penangkapan tersebut akibat kerusuhan yang terjadi sebelumnya. Warga
Talaga Raya berhasil menduduki dan melakukan penyegelan terhadap
kantor PT Arga Morini Indah (AMI), perusahaan nikel yang kabarnya di
bawah Trans-Asia, milik Roman Abramovich.

Pendudukan
dan penyegelan tersebut akhirnya berlangsung ricuh karena warga
Talaga Raya menghadapi preman-preman bersenjata yang dibayar oleh PT
Arga Morini Indah (AMI). Pendudukan dan penyegelan PT Arga Morini
Indah (AMI) dilatarbelakangi oleh mangkirnya PT AMI dari
kesepakatannya dengan warga. Pada tahun 2009 lalu, PT AMI membuat
kesepakatan ganti rugi lahan dan tanaman milik warga. Kesepakatan
ganti rugi ini muncul karena keberadaan PT AMI telah merusak ekologi
sekitar pertambangan dan membuat tambak rumput laut milik warga
rusak. Hal ini diakibatkan karena semenjak keberadaan PT AMI, air
laut berubah menjadi kuning karena eksplorasi penambangan yang
dilakukan oleh PT AMI.

Dalam
kesepakatan tersebut tertera, bahwa PT AMI harus mengganti rugi lahan
dan tanaman milik warga. Untuk tanaman, PT AMI bersedia untuk
membayar Rp 7.000/meter, sedangkan tanaman milik warga diganti rugi
sebesar Rp 500.000/pohon. Namun dalam perjalanannya, kesepakatan ini
kemudian dirubah secara sepihak oleh Pemda Buton, dari Rp 7.000/meter
menjadi Rp 1.000/meter, sementara ganti rugi pohon turun setengahnya,
yaitu Rp 250.000/meter. Bahkan ganti rugi ini hendak disubsitusi oleh
Pemda Buton dengan beras raskin dan pembebasan retribusi lahan selama
setahun. Jelas sekali, bahwa Pemda Buton sangat berpihak kepada
pemilik modal, dalam hal ini PT AMI. Padahal jelas-jelas, PT AMI
telah merusak ekologi sekitar penambangan dan merusak tanaman warga.

Karena
masalah tersebut, warga kemudian melakukan pendudukan dan penyegelan
PT AMI. Selain itu, warga juga memblokir dermaga pengapalan nikel PT
AMI. Pemboikotan terhadap aktivitas PT AMI sebenarnya juga pernah
dilakukan oleh warga pada tahun 2009. Dengan kata lain, mangkirnya PT
AMI dari kesepakatan yang telah dibuat, telah berkali-kali dilakukan.
Namun PT AMI selalu saja didukung oleh Pemda Buton dan malah menuding
warga sebagai penghuni ilegal. Ini jelas merupakan bentuk
persengkokolan antara pemilik modal dengan aparat birokrasi
pemerintahan yang ingin memiskinkan rakyat. Demi keuntungan pemilik
modal, aparat birokrasi pemerintahan rela untuk menjerumuskan
rakyatnya ke jurang kemiskinan.

Dalam
bentrokan antara warga dengan preman-preman bersenjata yang dibayar
oleh PT AMI, pihak kepolisian juga tidak berbuat apapun. Malah dengan
penangkapan terhadap 13 aktifis dan warga Talaga Raya, semakin
menunjukkan bahwa aparat kepolisian juga bersekongkol dengan pemilik
modal. Sementara rakyat telah kehilangan mata pencahariannya sebagai
nelayan dan petani. Selain itu rakyat juga dirugikan karena tambak
rumput laut milik mereka telah rusak akibat penambangan nikel PT AMI.
Bahkan ganti rugi yang telah disepakati sebelumnya tidak pernah
dibayarkan oleh PT AMI.

Inilah
salah satu fakta, bahwa rezim neoliberal tidak akan pernah peduli
dengan nasib rakyatnya. Rezim neoliberal hanya akan peduli dengan
kepentingan para pemilik modal. Inilah kekuatan para penguasa yang
mengagung-agungkan Neoliberalisme, demi kepentingan para pemilik
modal.

Maka
dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Bebaskan
13 aktivis dan warga Talaga Raya yang ditangkap oleh aparat
kepolisian

Bangun
persatuan dan wadah politik alternatif bagi seluruh rakyat pekerja
di Indonesia, untuk melawan neoliberalisme

Neoliberalisme
telah gagal untuk mensejahterakan rakyat, dan hanya dengan
SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.









Jakarta,
19 Mei 2010
Komite
Pusat
Perhimpunan
Rakyat Pekerja
(KP-PRP)




Ketua
Nasional


Sekretaris
Jenderal




ttd.
(Anwar
Ma'ruf)


ttd.
(Rendro
Prayogo)


filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@yahoo.com
Website: www.prp-indonesia.org

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Kini, Semua Orang Mampu Menunaikan Ibadah Haji!
Posted by: "afyan afyan" afyan.ikhlas@gmail.com afyan2ikhlas
Date: Wed May 19, 2010 1:44 am ((PDT))

Kini, Semua Orang Mampu Menunaikan Ibadah Haji!<http://afyan.com/ver1/?p=1311>

[image: Kini, Semua Orang Mampu Menunaikan Ibadah
Haji!]<http://afyan.com/ver1/?p=1311>

Eh, seperti *tagline *syarikat penerbangan pula tajuk tulisan saya
hari ini [image:
:)]

Sudahkah saudara memulakan simpanan untuk menunaikan haji? Sekiranya belum,
eloklah mulakan sekarang.

Bak kata pepatah Cina, masa yang terbaik untuk menanam pokok adalah 10 tahun
yang lalu, dan masa kedua terbaik adalah sekarang.

*Haji: Simpanan vs Pelaburan*

**Saya teringat, beberapa tahun lalu, selepas mengendalikan sebuah bengkel
pengurusan kewangan kepada graduan muda sebuah universiti, selepas bengkel
tersebut, seorang peserta mengadukan persoalan berkenaan tentang simpanan
haji.

"*En Afyan, saya baru sahaja menyertai satu pelaburan unit amanah untuk
membuat simpanan menunaikan haji untuk ibu bapa saya*", kata peserta
tersebut.

"*Bagaimana saudari boleh terfikir untuk berbuat demikian*", tanya saya
selepas mengetahui jumlahnya agak besar bagi seorang pelajar graduan baru
sepertinya.

"*Seorang rakan saya, yang juga ejen unit amanah memberitahu bahawa duit
tersebut akan dilaburkan dan memberi keuntungan*", katanya.

Katanya juga dia rasa sedikit bingung dengan tindakannya selepas mengikuti
bengkel saya yang menekankan tentang perbezaan instrumen simpanan, pelaburan
dan perlindungan.

Saya menjelaskan kepadanya, kata ejen tersebut benar bahawa unit amanah
merupakan satu instrumen pelaburan. Namun, tindakannya melaburkan hampir
kesemua wang simpanan yang disimpannya ke dalam pelaburan unit amanah dengan
harapan dua tahun lagi dia dapat gunakan untuk menghantar ibu bapanya
menunaikan ibadah haji agak kurang praktikal dan realistik.

"*Saudari yakin, dua tahun lagi wang yang saudari laburkan akan memberi
keuntungan*?", tanya saya yang diikuti dengan gelengan kepadanya yang
sedikit teragak-agak.

Lantas saya mengulang kembali beberapa isi penting daripada bengkel saya
tadi berhubung simpanan dan pelaburan. Saya terangkan kepada beliau, niatnya
amat murni untuk menghantar kedua ibu dan ayahnya menunaikan haji, namun
dalam kondisi beliau sebagai pelajar, adalah kurang wajar untuk melaburkan
wang tersebut ke dalam unit amanah dengan sasaran dua tahun lagi duit
tersebut akan mencukupi bagi menanggung kos perbelanjaan haji.

Saya turut katakan kepadanya bahawa, dengan tempoh yang begitu pendek, dua
tahun tidak praktikal untuk melihat wang pelaburan di unit amanah bertambah
mendadak. Lebih teruk lagi, ketika tempoh dua tahun itu sudah sampai duitnya
makin berkurangan.

*Apakah instrumen terbaik untuk simpanan haji?
*Untuk soalan ini, jawapannya sudah diberikan di dalam soalannya.

Jawapannya ialah SIMPANAN.

Jawapan yang sama sekiranya ada yang bertanya, "*Afyan, apakah instrumen
yang terbaik untuk membuat simpanan pendidikan anak
saya?<http://afyan.com/ver1/?p=1225>
*".

Untuk memulakan simpanan haji, gunakanlah instrumen simpanan yang sewajarnya
untuk membuat simpanan. Instrumen simpanan terbaik bagi simpanan haji di
Malaysia ialah Tabung Haji. Sebagaimana namanya, Tabung Haji adalah sebuah
instrumen untuk membantu masyarakat Islam membuat simpanan bagi tujuan
menunaikan ibadah haji.

Kos menunaikan haji meningkat dari masa ke masa. Justeru masa terbaik untuk
memulakan simpanan haji adalah sekarang, bukan untuk menunggu sehingga usia
pencen baru berkira-kira hendak menunaikan haji.

Bagi merangsang minat untuk menunaikan haji, saya amat menggalakkan saudara
sekalian membaca buku Travelog Haji serta buku Haji Muda terbitan PTS
Publication.

*Merancang simpanan haji*

Untuk merancang simpanan haji, ada beberapa langkah yang saya syorkan;

- *Pertama*; Letakkan sasaran tempoh masa.
- *Kedua*; Letakkan matlamat jumlah simpanan yang diperlukan.
- *Ketiga*; Jumlah simpanan yang disasarkan pada langkah ketiga, dibahagi
dengan tempoh masa pada langkah pertama.

Sebagai contoh, saudara berusia 30 tahun dan bercadang untuk memulakan
simpanan haji.
*Pertama**; Letakkan sasaran tempoh masa.
*Katakanlah saudara mensasarkan usia 40 tahun untuk menunaikan ibadah haji,
maka saudara mempunyai tempoh 10 tahun lagi untuk membuat simpanan.

*Kedua**; Letakkan matlamat jumlah simpanan yang diperlukan.
*Dalam masa 10 tahun akan datang, saudara menganggarkan jumlah perbelanjaan
haji adalah RM 20,000. Maka RM 20,000 menjadi sasaran simpanan yang perlu
dilakukan.

*Ketiga**; Jumlah simpanan yang disasarkan pada langkah ketiga, dibahagi
dengan tempoh masa pada langkah pertama.
*Jumlah simpanan yang disasarkan pada langkah ketiga, dibahagi dengan tempoh
masa pada langkah pertama.

Akhir sekali, jumlah RM 20,000 tadi dibahagikan dengan temph 10 tahun, maka

- RM 20,000 / 10 tahun = RM 2000 setahun,
- RM 2,000 setahun / 12 bulan = 166.66 atau Rm 170 (selepas dibundarkan)
sebulan
- Maka, jumlah simpanan bulanan yang diperlukan adalah RM 170 atau

Jumlah RM 170 ini akan menjadi lebih tinggi sekiranya sasaran tersebut lebih
pendek masanya atau simpanan yang diperlukan lebih tinggi. Contoh yang saya
berikan ini tanpa mengambil kira sebarang keuntungan.

*Jadi, apa seterusnya?*

Seterusnya, apa yang saudara perlu lakukan ada DISIPLIN. Ya, berdisiplin
dalam membuat simpanan setiap bulan selama 10.

Sekarang, saudara sudah mengetahui kaedah dan cara membuat simpanan haji.
Namun, adakah saudara yakin dalam tempoh 10 tahun akan datang saudara masih
mampu menunaikan niatnya saudara?

Tiada siapa mampu memberikan jawapan ini melainkan Allah. Takdir akan
menentukan sama ada nyawa kita masih panjang untuk mengecapi usia 40. Jika
usia kita masih panjang, dan kita masih sihat wal-afiat, kita berpeluang
untuk menjejakkan kaki ke tanah suci. Jika sebaliknya, insya-Allah niat dan
usaha kita untuk menunaikan haji tetap akan diberi pahala oleh Allah.

Justeru, di sinilah peranan takaful datang untuk membantu niat tersebut
tetap tercapai sekalipun berlaku perkara yang tidak diingini terhadap diri
saudara.

*Kombinasi SIMPANAN, PERLINDUNGAN dan PELABURAN untuk menyediakan wang
perbelanjaan menunaikan haji. Gambar daripada Modul Pengurusan
Kewangan.<http://afyan.com/ver1/?p=1135>
*

*IKHLAS Hajj Saving Takaful*

Takaful IKHLAS memperkenalkan sebuah produk terbaru IKHLAS Hajj Saving
Takaful dengan kad30 sebulan, membolehkah simpanan haji berkenaan diberi
jaminan kewangan sekiranya berlaku musibah terhadap peserta sebelum sempat
menunaikan haji.

Dengan kadar semurah ini, berdasarkan pengiraan yang dilakukan sebentar
tadi, saudara boleh peruntukkan sebahagian jumlah simpanan saudara ke dalam
IKHLAS Hajj Saving Takaful sebagai akaun kedua selepas Tabung Haji.

Produk ini memberi perlindungan dalam bentuk pampasan kewangan seandainya
peserta meninggal dunia atau lumpuh atau ditimpa penyakit kritikal dalam
tempoh masa membuat simpanan haji.

Selain itu juga, dengan kaedah ini, saudara boleh berDISIPLIN melakukan
"simpanan paksa" berbanding kaedah simpanan biasa di bank atau Tabung Haji
yang tiada elemen "paksa" ini.

*Kini, dengan kadar serendah RM 30 sebulan, semua orang mampu untuk
menunaikan haji!*

*Terima kasih kerana sudi membaca blog www.afyan.com, yang dimiliki oleh
Sdra Afyan Mat Rawi, seorang perunding kewangan Islam dan takaful. Tuan-puan
boleh manfaatkan kandungan blog ini untuk disiar kembali dengan merujuk blog
ini sebagai sumbernya bagi mengelakkan salah faham. Sebarang komen dan
persoalan boleh diajukan melalui ruang komen di bawah ini atau melalui emel
afyan.ikhlas[@]gmail.com. Sudi-sudikan juga untuk menambah rakan Facebook di
http://www.facebook.com/afyan.ikhlas*

--
Ikhlas dari Afyan :)
Phone: 013-353 4967
Blog: http://www.afyan.com
Facebook: http://www.facebook.com/afyan.ikhlas


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Penegakan hukum dan keadilan harus tegak, jika tidak perpecahan ngan
Posted by: "emailnyaselvi" emailnyaselvi@yahoo.com emailnyaselvi
Date: Wed May 19, 2010 11:31 pm ((PDT))

Penegakan hukum dan keadilan harus tegak, jika tidak perpecahan ngancam?
I. Akibat tidak percaya kepada aparat.
Sabtu, 15/05/2010 02:18 WIB Rusuh Bangkok Militer dan Demonstran Bentrok, 10 Tewas 125 Luka
Ramadhian Fadillah – detikNews
Reuters
Bangkok - Situasi di Kota Bangkok, Thailand makin memanas. Bentrokan antara militer dan pengunjuk rasa kembali pecah. Dilaporkan 10 orang tewas dan 125 lainnya terluka.
Situasi serba kacau. Militer Thailand mulai melepaskan tembakan. Pengunjuk rasa kaos merah yang anti pemerintah pun melempari militer dengan batu yang dilontarkan dari ketapel. Sebagian lagi melakukan aksi pembakaran di dekat area Suan lum. Demikian ditulis AFP, Sabtu (15/5/2010).
Malam hari, tembakan terus terdengar. Beberapa ledakan juga terdengar. Namun tidak jelas asal usul ledakan tersebut.
Erawan Emergency Center menjelaskan 10 orang tewas usai bentrok tersebut. 9 Pria dan seorang wanita. Semuanya warga sipil. 3 Warga asing juga dilaporkan tewas. (rdf/rdf)

Dan kedepannya pilihannya tinggal apakah rajanya masih dipercaya serta gerakan perlawanannya mengeras maka ketidakstabilan ini akan semakin menuju pertarungan terbuka para pihak. Ujungnya nasib Negara sangat dipertaruhkan. Dan bentrokan diatas bukan yang pertama menjatuhkan korban serta belum tentu yang terakhir.
Sebaiknya kita memperhatikan gejala ketidak percayaan yang semakin meluas ini:
NASIONALISME
Bendera Filipina Dikibarkan di Sangihe
Sabtu, 15 Mei 2010 | 07:53 WIB
sangihe.go.id
Wilayah perbatasan di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, memiliki potensi wisata yang luar biasa. Potensi itu antara lain kawasan laut yang tenang (atas) dan gunung berapi Karang Etang yang selalu mengepulkan asap.
MANADO, KOMPAS.com — Perhatian Pemerintah Indonesia yang lebih banyak tertuju pada pembangunan Pulau Jawa dan wilayah barat Indonesia adalah fakta yang memang usang. Itu sebabnya dibutuhkan cara membetot perhatian Jakarta supaya menoleh ke timur atau wilayah pinggiran yang lama terabaikan.
Pada titik itulah anggota Komisi I DPRD Sulawesi Utara, Ben Alotia, menyodorkan seruan yang mengagetkan. Ia meminta warga Kepulauan Sangihe dan Talaud mengibarkan bendera Filipina.
Penduduk di pulau paling utara Indonesia yang dekat dengan Filipina itu sejak lama lebih banyak diuntungkan oleh kebijakan Manila ketimbang Jakarta. Selain banyak memakai barang-barang dari Filipina, penduduk di sana juga mendapat siaran televisi Filipina.
Seruan Alotia itu segera menyulut kontroversi di Sulut. Kecaman tanpa melihat substansi lebih jauh segera berkobar.
"Saya juga terkejut pernyataan itu seperti ungkapan serius. Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya bercanda menanggapi keluhan warga dan pemerintah di sana atas kondisi mereka," ujar Alotia di Manado, Jumat (14/5/2010).
Menanggapi Alotia itu, Sekretaris Komisi I DPRD Jhon Dumais menyatakan, seruan koleganya tersebut bukanlah ajakan untuk makar. "Ia sudah jelaskan kepada kami konteks ungkapan itu. Pernyataannya tidak serius dan terlontar begitu saja. Yang pasti, Kepulauan Sangihe dan Talaud masih wilayah Indonesia," katanya.
Wakil Ketua DPRD Arthur Kotambunan membenarkan, ketergantungan penduduk dua pulau itu terhadap Filipina sering terdengar. Bahkan, sejumlah warga ada yang mengibarkan bendera Filipina.
"Itu dulu ketika daerah tersebut sungguh-sungguh kurang mendapat perhatian pemerintah. Tetapi sekarang tidak lagi. Pemerintah pusat sudah mulai memberi perhatian khusus kepada mereka. Ada fasilitas-fasilitas khusus yang akan diberikan, termasuk membangun bandara di sana," jelas Arthur.
Arthur juga memaklumi jika penduduk di sana ada yang memasang bendera Filipina.
"Kalau cuma pasang bendera, itu sama saja seperti memasang bendera Brasil, Argentina, Amerika, dan lainnya. Itu kan hanya aksesori, tidak ada unsur makar di situ," katanya. (Maximus Geneva, Fernando Lumowa)
II. Penegakan hukum secara normative terbukti gagal selama Indonesia merdeka.
Pernyataan Kapolri bahwa penegakan hukum harus secara adil dilakukan adalah tepat dan benar. Begitu juga disampaikan oleh staf khusus Denny indrayana bahwa presiden tidak dapat mengintervensi proses penegakan hukum juga benar. Buktinya besannya presiden sendiri sudah dijatuhi hukuman.
Dalam kerangka contoh yang terjadi Presiden memberikan contoh nyata dan terbuka serta dampaknya juga nyata bagi kehidupan keluarganya, cap yang diterima keluarga dan akibat proses hukum yang ditegakan ini akan menjadi stigma sepanjang masa. Artinya Presiden konsisten menghormati penegakan hukum dengan resiko yang sudah dirasakannya. Besan , menantu dan cucu menjadi berhubungan dengan koruptor.
Dalam konteks penegakan hukum untuk kasus yang dibongkar Susno, semua kasusnya tidak akan terbongkar jika susno tidak melakukan tindakan berani dan berisiko yang selama ini dilihat dan dirasakan public. Public berharap penegakan hukuman kepada kasus yang dibongkar susno menjadi seterang seterangnya dan meomentum ini dijadikan sebagai energy penegakan hukum.
Yang terjadi saat ini, pembongkaran kasus koruptor menjadi melempem seakan akan. Kasus yang dibongkar Susno menjadi seperti tidak sesemangat sebelumnya lagi seperti direduksi dan demotivasi. Keterlibatan aparat kepolisian, kejaksaan dan kehakiman seakan akan dilokalisir. Sedangkan di pajak seakan akan semuanya telah selesai karena memang sudah ditindaklanjuti lebih jauh dan cepat.
Semua ini bisa saja keliru dan diharapkan begitu artinya penegakan hukum serta penginsyafan aparatur Negara semoga melebihi kesan yang dirasakan dan dilihat kasat mata. Hanya dengan salah seorang pelopor membongkar kasus dari dalam yang ditembak dengan kasus lamanya kalaupun ada ini sama dengan menghentikan pembongkarannya dan mencegah munculnya pahlawan pahlawan dari berbagai instansi.
Dalam konteks ini maka tidak tepat jika Presiden diam saja dalam konteks pembelaan terhadap arah dimana Indonesia harus segera bebas korupsi. Artinya memang tepat jika urusan proses hukumnya tidak dicampuri tetapi dengan melihat kecenderungan seperti ini maka Presiden berwenang melakukan hak perogrativenya dengan mengganti kapolri dalam rangka memastikan proses hukumnya berjalan dengan benar. Hal ini layak dipertimbangkan dengan melihat perkembangan dimana terkesan sudah terlihat bahwa ada pertentangan diantara susno dan atasannya.
Lucu juga jika sj yang diadukan susno. Ternyata haposan malahan mengaku memberikan Rp.500 juta kepada sj untuk diberikan kepada susno sudah begitu dipercaya dan ditindaklanjuti lagi lebih cepat. Dan karena susno bertindak menegakan hukum maka susno diberi uang itu. Begitu menurut berita yang beredar dan ini bisa juga bagian dari disinformasi karena yang formal hanya akan diungkap dipersidangan pengadilan.
Sabtu, 15/05/2010 10:27 WIB
Jimly: Susno Harusnya Hanya Kena Pelanggaran Kode Etik
Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Jakarta - Penahanan terhadap Komjen Pol Susno Duadji dinilai berlebihan. Mantan Kabareskrim Polri itu seharusnya hanya perlu dikenakan pelanggaran kode etik.
"Secara kasus dia (Susno-red) tidak tepat jadi tersangka. Harusnya hanya dikenakan pelanggaran kode etik," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqie usai melayat almarhum Iken Nasution di rumah duka Jalan Poncol Lestari 17, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2010).
"Kalau hanya menegakan peraturan bukan keadilan ya tidak ada artinya. Saya kira tidak wajar. Terlalu berlebihan," imbuhnya.
Meski begitu, ia juga tidak sepakat bila seorang pejabat mengobrak-abrik institusi sembarangan. Sebab hal tersebut bisa membuat kekacauan di institusi yang bersangkutan.
"Tidak boleh juga pejabat mengobrak-abrik institusi. Bisa kacau juga nanti. Tapi statusnya bukan seperti ini lah. Harus ada treatment khusus lah, jangan samakan Susno dengan kasus-kasus lain," tandasnya.
(djo/djo)

Diluar itu semuanya situasi ini sangat kontraprodukti minimal terhadap semangat pemberantasan korupsi dan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Hanya dibalik ini semuanya kita perlu melihat bahwa dengan cara yang normative korupsi sudah terbukti gagal diberantas.
Bukti yang paling nyata, orde baru adalah pemerintahan yang mungkin akan paling solid disepanjang sejarah peradaban Indonesia. Bagaimana tidak kalaupun tidak selama 32 tahun solid tetapi paling tidak punya masa 25 tahun kekuasaan benar benar berada didalam satu tangan dan satu barisan. Hasilnya pemberantasan korupsi tidak berhasil terbukti dalam salah satu tap MPR ada pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme terhadap Soeharto, keluarga dan kroninya.
Padahal Pak Harto berkuasanya sedemikian lama dan dibandingkan dengan kondisi saat ini jauh lebih terstruktur dan terkendali. Saat ini dan kedepan bukan karena kekurangan kemampuan kepemimpinannya tetapi lebih karena situasi dan perangkat pendukungnya telah menjadikan kekuasaan terbagi dan terbukanya berbagai perlawanan, artinya hampir pasti korupsi kolusi dan nepotisme akan gagal diberantas.
Perlu contoh lagi, VOC yang berkuasa di tanah ini selama 350 serta terbukti memakmurkan belanda disana ternyata hancur nya juga karena korupsi juga. Semua membuktikan gagal melakukan pemberantasan korupsi dan apakah ini tidak meyakinkan kita semua jika hanya dengan cara seperti biasanya maka pemberantasan korupsi akan gagal
Sungguh luar biasa mubazir jika pelajaran ini tidak dijadikan pelajaran yang nyata.

III. Tim Jangan Cuma Punya Nafsu Besar Hasilnya Nol
Sabtu, 15 Mei 2010, 07:23:32 WIB
Jakarta, RMOL. TPK Mau Ekstradisi Adrian Kiki dan Sherny Konjongian
Banyak yang menganggap kinerja Tim Pemburu Koruptor (TPK) gagal. Sebab, sudah hampir enam tahun dibentuk, belum ada koruptor kabur yang berhasil ditangkap.
Anggapan itu ditepis Jaksa Agung Hendarman Supandji. Kata dia, perburuan terhadap para tersangka maupun terpidana korupsi tetap berlanjut.
Hal itu diungkapkan Hendarman saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR baru-baru ini.

Menurut dia, pelaksanaan tugas Tim Pemburu Koruptor (TPK) yang dibentuk berdasarkan keputusan Menko Polhukam No¬mor:KEP-54/MENKO/POLHUKAM/12/2004 Tanggal 17 Desember 2004 telah bebe¬rapa kali diperbarui.
Yang terakhir, kata Hendar¬man, adanya keputusan Menko Polhukam Nomor: KEP-38/MEN¬KO/POLHUKAM/02/2010 tanggal 12 Februari 2010 tentang tim terpadu pencari terpidana dan tersangka perkara tindak pidana korupsi. "Perburuan masih terus berlanjut" tegasnya.

Hendarman juga menyebutkan beberapa nama yang diburu termasuk aset-asetnya yang ada di luar negeri (lihat box).
Tapi Berupaya saja tidak cukup membuat tim itu men¬dapat simpati di hati masyarakat. Beberapa kalangan mengkritisi kinerja tim tersebut.
Direktur Indonesia Budgeting Center (IBC), Arif Nur Alam meminta TPK lebih serius lagi memburu para koruptor yang kabur ke luar negeri. "Kinerja tim itu sama sekali nggak kelihatan. Mestinya mereka jangan cuma nafsunya saja besar menangkap buronan tapi hasilnya nol" katanya.

Begitu juga dengan upaya pena¬rikan kembali aset para koruptor, menurut Arif itu tidak bisa dila¬kukan. Alasannya, ter¬bentur dengan sistem hukum negara lain.
Dia menganggap kinerja tim itu tidak transparan. Apa yang menjadi problem dalam setiap perburuannya tidak diungkap ke publik. Anehnya, kritik yang datang dari masyarakat tidak serta merta bisa memperbaiki kinerja tim tersebut.
Untuk itu dia mendesak DPR mempertanyakan keseriusan kinerja tim tersebut. Anggota dewan jangan hanya menerima laporan tetapi harus mendorong TPK menjadi tim yang kiner¬janya bisa dibanggakan.

Arief juga menyinggung posisi Wakil Jaksa Agung yang juga menjabat ketua TPK. Dia menyarankan agar hal itu dilakukan evaluasi demi peningkatan kinerja TPK. Kalau tidak juga maksimal lebih baik tim itu dibubarkan saja.
"Jika tim itu terus dibiarkan tapi tidak ada kerja maksimal akan membebankan anggaran negara,"ucapnya.

Sementara, pengamat hukum Ali Zaidan berharap TPK meng¬optimalkan kinerjanya dan berkoordinasi dengan institusi terkait lain baik yang ada di dalam negeri maupun internasional.

Ali menyarankan perlunya treatmen khusus untuk memi¬nimalisir para pelaku korupsi kabur ke luar negeri, misalnya dengan melakukan pencekalan dini. Ini bertujuan agar pelaku tidak bisa meninggalkan tanah air.
Selain itu, menurut dia, perlunya mengevaluasi keseluruhan tim yang dibentuk Presiden ini. Kalau diperlukan tim ini harus juga diisi dari kalangan civil society agar tugasnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sedikit Tentang TPK
Tim Pemburu Koruptor (TPK) pertama kali dipimpin Wakil Jaksa Agung Basrief Arif. Setelah pensiun, pimpinan tim diganti Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin sejak Mei 2007.
Tak lama Muchtar Arifin pensiun dan digantikan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga. Namun setelah Abdul Hakim mengundurkan diri dari kejaksaan, Ketua TPK dijabat Wakil Jaksa Agung Darmono.

Tim ini beranggotakan sejumlah instansi terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM, Polri, Kejaksaan Agung, Ke¬menterian Luar Negeri dan Pu¬sat Pelaporan Analisis dan Tran¬saksi Keuangan (PPATK).

Tugas Tim Terpadu ini selain memburu para koruptor di luar negeri, juga berupaya mengembalikan aset-aset milik negara yang dibawa mereka kabur ke luar negeri.
Pada era pimpinan Basrief Arif, tim hanya berhasil me¬nangkap koruptor David Nusa Widjaja, bekas Di¬rektur Bank Sertivia yang terjerat perkara korupsi dana BLBI. Sedangkan, pada saat Muchtar Arifin menjabat tak satu pun koruptor yang ditangkap.
Tim yang dipimpin Muchtar Arifin akhirnya hanya memfokuskan pada tindak lanjut permintaan ekstradisi Indonesia atas Adrian Kiki Ariawan (bekas Direktur Utama Bank Surya) dari Australia.
Fokus utama lain berkaitan dengan pencairan rekening almarhum Hendra Rahardja (bekas Presiden Komisaris PT Bank Harapan Sentosa) di Hongkong, rekening Irawan Salim (bekas Direktur Utama Bank Glo¬bal) dan ECW Neloe (bekas Di¬rektur Utama Bank Mandiri) di Swiss, yang dibekukan.
Setelah Muchtar pensiun, jabatan ini selanjutnya ditempati Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga.
Sayangnya hingga awal Agus¬tus 2009, TPK tidak berhasil menangkap satu¬pun target dan mendapatkan satu sen pun uang negara yang dibawa kabur ke luar negeri.

"Kami Memfasilitasi Pencarian Koruptor"
Teuku Faizasyah, Jubir Kemenlu
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu), Teuku Faizasyah mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait perburuan para koruptor ke luar negeri.
"Kami masih memfasilitasi pencarian para koruptor yang dilakukan aparat penegak hukum," kata Teuku singkat kepada Rakyat Merdeka.
Sebelumnya, Teuku Faizasyah mengaku tidak bisa langsung melakukan pencarian itu sendiri, kecuali ada surat permintaan dari pihak terkait. Ini yang menjadi rujukan dalam permintaan pencarian dengan me¬ka¬nis¬me interpol oleh kepolisian yang dilakukan melalui daftar orang yang dicari.

DPR Akan Terus Awasi Kinerja Aparat Hukum
Anggota Komisi III DPR, Saan Mustopa meminta Ke¬jagung, khususnya Tim Pem¬buru Koruptor (TPK) tetap konsisten memburu terpidana dan terdakwa kasus korupsi berikut asetnya di luar negeri.
"DPR yang memiliki fungsi pengawasan akan terus menga¬wasi kinerja aparat penegak hukum. Berharap kinerja me¬reka membuahkan hasil yang maksimal,"kata Saan.
Meski begitu, anggota Fraksi Partai Demokrat ini menilai, perburuan para koruptor di luar negeri tidak segampang yang dibayangkan.
Karena ada di luar negeri, apalagi di negara yang tidak memiliki kerja sama ekstradisi dengan Indonesia tentunya bisa menghambat upaya penangkapan para koruptor.
Sementara, anggota Komisi I DPR, Roy Suryo Notodiprojo juga mendukung upaya pencarian para koruptor yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
"Kalau diminta kami selalu siap membantu. Kami mendukung upaya perburuan para koruptor dengan melihat legal aspeknya," kata Roy Suryo.
[RM]

IV. Kita harus belajar dari pengalaman
Saat ini digembargemborkan bahwa kolusi antara penguasa dan pengusaha sangat berbahaya serta menghabiskan harta Negara. Ini benar dan sangat harus dicegah. Hanya ingatkah kita bahwa ketika orde baru dimana penguasa dan tentara (ABRI) juga ternyata tidak berhasil. Hari ini TNI yang ABRI minus kepolisian telah berada dibelakang sehingga kepolisian lah yang ada dibelakang langsung pemerintahan.

Situasi ini tidak beda dengan Philipina dan iran dizaman syah iran dimana kepolisian sedemikian kuat dan punya kewenangan yang besar ternyata hasilnya. Syah reza pahlevi terguling revolusi iran karena savak sedemikian kejam dan dibenci rakyatnya, begitu juga diphilipina ninoy III mengatakan bahwa ia akan membersihkan negerinya dari korupsi. Ini juga sebuah bukti bahwa korupsi tidak mudah dibersihkan dalam kondisi pemerintahan dengan model seperti ini.
Kenyataan ini apakah mengindikasikan bahwa dalam era demokratis maka hukum harus tegak dan kondisi harus dibuat sekondusif betul. Pada zaman romawi diberlakukan pasukan dan tentara berada di luar daerah romawi. Dan hasilnya kestablilan jangka panjang. Saat ini diberbagai Negara yang maju semua tentara dan polisinya ditempatkan pada tempat terhormat serta tepat maka kondisinya juga baik. seperti Jepang, berbagai Negara di Eropa dan Australia. Hanya jika polisi dan tentaranya selalu berbaur dengan masyarakatnya ternyata kondisinya tidak baik.
Tadi contoh Iran dan Philipina, sekarang USA juga mulai terjadi ancaman, apalagi diberbagai Negara Afrika dan Amerika Latin dahulu ketika tentara dan polisinya kuat serta bercampur dengan rakyatnya selalu saja terjadi kekerasan dan bahkan kudeta.

Di USA setelah Negara ini semakin militeristik justru dinegara USA semakin terjadi ancaman yang semakin nyata.
Disisi lain saat ini diberbagai belahan dunia juga sedang terjadi berbagai kerusuhan akibat berbagai ketidak puasan, selain Thailand seperti contoh diatas juga Kirjigtans dan untuk berbagai Negara Afrika, apalagi Somalia kesemarawutan situasi akibat ketertiban penataan kenegaraannya kacau sangat nyata akibatnya.
Dari fakta fakta ini maka kita harus belajar dari pengalaman yang dialami sendiri ataupun Negara lainnya.
Soal bahaya ancaman kepada para pejabat dan simbol Negara sudah tentu berbahaya dan perlu juga diselesaikan tetapi kita juga telah melihat dengan nyata bahwa kejadian kejadian diberbagai Negara termasuk di Indonesia juga soal soal seperti itu sangat mungkin bagian dari rekayasa untuk memecah belah bangsa.
Kejadian bom dan kejahatan luar biasa diberbagai Negara terbukti rekayasa dan itu terjadi mulai dari Irak, Afghanistan, Thailand, dan diberbagai Negara lainnya juga.
Kepercayaan public kepada aparat penegakan hukum harus dipertanggung jawabkan oleh aparat dengan transparansi dan penindakan yang tepat guna jika tidak juga akan menimbulkan perlawanan dari berbagai pihak akibat tindakan yang diperspsikan brutal dan kejam.
Kejadian di aceh sebelum perdamaian dan kedamaian perlu dijadikan contih bahwa main bunuh dan tembak malahan akan memicu perlawanan walaupun masyarakat setuju dengan usaha pangamanan dan penertiban.
Kejadian di Ambon, Poso dan lainnya termasuk Papua juga Freeport adalah sebuah situasi yang seperti tarik ulur dan dipersepsikan memang mengandung berbagai potensi yang menguntungkan.
Sungguh sayang jika kepercayaan masyarakat dipertaruhkan untuk hal hal yang berisiko meluas dan jika mau main bunuh berapa lagi yang akan dibunuh dengan cara cara seperti yang dipertontonkan. Kita tidak ingin kehilangan seorang anggota kepolisian sehingga tindakan keras dan tegas tetap diperlukan tetapi bagaimana menggunakan dan tahapan sehingga proses seperti itu layak dilakukan.
Disisi lain juga diyakini bahwa jika niat baik serta pengorbanan kepolisian ini jika dilakukan seperti saat ini berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi malahan menimbulkan perlawanan dan membahayakan Negara dan bangsa apalagi berbagai kasus dan persepsi ketidak percayaan sedang kuat tertuju dan perlu diperbaikinya institusi penegakan hukum termasuk kepolisian.
Soal pajak saja ternyata dipersepsikan sederhana soalnya adalah aparat pajak melakukannya sendiri dan terlalu punya kekuasaan serta tertutup.. disinilah jika caranya begini juga maka power tends to corupt.

Bukan salah siapa siapa sehingga tidak perlu saling menyalahkan dan yang penting memperbaikinya.
V. Kekacauan ini luas dan tidak sederhana
Saat ini jika dibuka seterbukanya maka sulit ditemukan apa apa yang diluar KKN, artinya kejahatan itu sudah merata dan sangat luas sekali dan ini bukan terbentuk dalam jangka waktu pendek tetapi bagi Indonesia bisa jadi cacat bawaan sejak zaman sebelum penjajahan, penjajahan dan sampai saat ini.

Dengan kondisi seperti ini maka tidak ada gunanya saling menyalahkan dan merasa bersih tetapi yang paling baik dan akan berhasil adalah mentranformasikan situasi hari ini kemasa depan yang lebih baik.
Bagaimana tidak silakan dilihat betapa kacaunya situasi, berapa pejabat dan orang terhormat terjerat kasus korupsi pemadam kebakaran yang kesana kemari tersangkutnya. Korupsi di DPRD karena nekat dan tidak tahu aturan sehingga buat ketentuan yang tidak didukung undang undang, Bank Pembangunan Daerah yang keuntungannya di salurkan sebagai hak pejabat serta dianggap wajar diperoleh, dll. Termasuk kasus bagi travel check, bail out yang tidak pernah dikembalikan atau dianggap rugi Negara.
Sementara disisi lainnya semua posisi politis mulai masuk dprd sampai dpr mulai mau menjadi bupati dan walikota, gubernur dan presiden biayanya sangat tinggi dan kecenderungan money politik. Begitu juga mulai masuk sekolah non negeri, CPNS, aparat semuanya butuh uang yang tidak sedikit, apakah dengan kecenderungan seperti ini korpsi bisa dihentikan?.
Kembali belajar dari pengalaman maka jika pola penanganannya seperti biasanya saja bukan hanya pemberantasan korupsinya akan gagal tetapi yang paling bahaya adalah kekecewaan dan ketidak percayaan yang meluas serta korupsinya makin meluas dan besar tetapi dengan tindakan yang canggih dan sistemik sehingga tidak bisa dikenai hukuman. Dan kemarahan atas situasi ini bisa teraktualisasi kepada berbagai reaksi yang merugikan.

VI. Pemberantasan korupsi harus ada akhir dari kejahatan dan awal dari sebuah era baru.
Dalam membangun sebuah era baru haruslah ada akhir dari era lama dan memulai era baru. Dalam konteks pemberantasan korupsi dan koruptor haruslah ada akhir dari episode tindak pidana korupsi ini.
Presiden SBY dan keluarga telah berkorban dan Adnan Buyung Nasution dengan berpulangnya Ike Nasution, yang saat ini Iken Nasution meninggal dengan masih menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek impor sapi di Departemen Sosial (Kementerian Sosial) pada tahun 2006.

KPK mulai menyelidiki kasus sapi impor pada 2007 dan meningkatkannya ke tahap penyidikan pada awal 2009. Sebagai rekanan Departemen Sosial, Iken mendapat proyek mengimpor 2.800 sapi dari Australia. Namun, dalam pelaksanaannya, PT Atmadhira Karya miliknya diduga menjual sejumlah sapi itu.
Akibatnya, perusahaan tersebut tidak mampu menyetor 900 sapi. Proyek pengadaan sapi senilai Rp 19 miliar itu telah merugikan negara senilai Rp 3,6 miliar. (Willy Widianto) (http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/14/18380936/Putra.Adnan.Buyung.Meninggal-8)
Apapun komentarnya tetapi sudah menjadi korban juga dari proses penegakan hukum ini dan dulunya menganggap bahwa melakukan seperti ini adalah common business yang dilakukan banyak pihak.

Sebagai contoh juga yang nyata,
Pada era orde baru selain sejuta orang yang dipersepsikan menjadi korban pada saat orde baru mulai ditegakkan….juga sangat banyak para tokoh yang menjadi korbannya.
Apakah Hariman Siregar yang dipenjara serta kehilangan keluarganya akibat tekanan itu, apakah Achmad Sumargono yg tidak tahu istrinya hamil sampai dengan meninggal anaknya karena dipenjara. Apakah Meilono Suwondo yang meninggal karena serangan mati syarafnya karena terus memikirkan Negara, termasuk juga Juanda yang dalam hidupnya terus menerus mengkader anak anak muda supaya menjadi patriot bangsa, atau Bram Zakir yang selalu rendah hati dan santun tetapi tidak pernah lelah menyampaikan pelajaran kepada adik adiknya supaya berbakti kepada Negara dan bangsa. Begitu juga Ricardo H atau yang akrab dipanggil Bang Dodo yang selalu mengedepankan kearifan local tetapi selalu mengajak tidak boleh menyerah dan mengispirasi anak anak muda. Atau Bang Irawanto yang selalu meledak ledak dan mendorong adik adiknya melawan serta tidak mengulangi kesalahan generasi pendahulu…itu semuanya pengorbanan yang harus dipertimbangkan untuk tidak menjadi sia sia.
Dan banyak lagi termasuk martir yang langsung akibat penembakan di trisakti, semanggi, kerusuhan mei 98 dll termasuk kemudian bagian dari perlawanan rontoknya rezim adalah berbagai kerusuhan dan bentrokan yang terjadi dimana serta sangat mencekam. Hasilnya kita bersukur bangsa Indonesia masih utuh walaupun semakin longgar tetapi perlu tetap ingat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi belum beres serta rakyat belum juga sejahtera walaupun memang ada perbaikan.
Tetapi ketika itu akhir dari perjuangannya adalah Soeharto harus jatuh dan agenda reformasi harus berjalan. Yang kemudian kekurangan masa itu adalah tidak tertatanya proses dan agenda reformasi secara implementative karena tidak mungkin juga, semuanya ketika itu juga saling menekan dan menawar sehingga proses berjalan kesana kemari dan sudah sebagaimana diketahui menghasilkan dampak yang tidak terduga. Contoh money politik pada proses demokrasi sampai pilkada dan korupsi menggila termasuk penegakan hukum yang belum beres juga amamndemen UUD 45 yang menjadi UUD 2002 semuanya tidak terselamatkan.

VII Penutup dan langkah nyata.

Saat ini akhir dari pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme belum tergambarkan akhirnya seperti apa sehingga kedepannya ada sebuah era baru. Contoh proses kemerdekaan ada proses yang panjang ratusan tahun perjuangan anak anak bangsa dan akhr penjajahan serta awal kemerdekaan adalah dengan pembentukan perangkat Negara bangsa. Setelahnya dilakukan Proklamsi dan Indonesia merdeka.

Pada proses berkemelutnya perpolitikan pada awal kemerdekaan yang arahnya tidak jelas dan semakin merepotkan saja maka presiden soekarno mengeluarkan dektrit presiden pada tahun 1959 kembali ke UUD 45.
Kejatuhan Soekarno ditandai dengan sidang MPRS dan Seharto diangkat oleh MPRS serta berkuasa 32 tahun begitu juga ketika Soeharto jatuh ia mengundurkan diri. Dan saat era baru adalah secara bertahap presiden dipilih langsung apakah oleh MPR pada 1999 oleh rakyat mulai tahun 2004.

Dengan berbagai pengalaman ini maka sudah dipastikan bahwa proses penegakan hukum serta berbangsa dan bernegara sudah pasti tidak bisa dibiarkan sebagaimana semengalirnya.
Kita perlu mendorong dan memastikan perubahan ini.
1. jika Susno tetap ditahan dan dikenakan tuduhan atau dicarikan tuduhan kepadanya maka tidak ada pilihan lainnya Kapolri terpaksa diganti oleh yang memastikan proses hukum akan berjalan yang mengarah kepada berhentinya korupsi dan tindak pidana korupsi.
2. jika ini tidak terjadi maka demontrasi dan solidaritas bukan untuk Susno tetapi demi tegaknya proses penegakan hukum harus dilakukan oleh berbagai elemen dan daerah sehingga jelas nyata bahwa masyarakat bahwa korupsi kolusi dan nepotisme harus berhenti menjadi sebuah harapan dan cita cita bangsa.
3. DPR harus didukung dalam proses penegakan hukum ini dan gerakan masyakarat harus bersinergy dengan seluruh gerakan yang mendukung ini termasuk DPR
4. Media jangan dibiarkan terkooptasi. Kalaupun sebelumnya dukungan reporter nyata dan jelas tetapi dari beberapa pemilik medianya justru terkesan mereka malahan hanya membuat situasi yang penting ribut dan rame karena kelihatan punya agenda juga yang terselubung. Dan yang bahaya adalah terbawa agenda tabuh gendering yang penting rakyat lupa pada soal yang sebenarnya.
5. Seluruh pihak harus menyadarkan bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum ini akan selalu gagal jika metode dan agendanya seperti yang sudah dan sedang dilakukan saat ini sehingga jika dalam sebulan lagi tidak ada pahlawan seperti susno maka dipastikan penegakan hukum sudah gagal. Atas dasar pertimbangan ini maka selayaknya justru situasi harus mendukung memunculkan orang orang yg bertindak seperti Susno bukan sebaliknya.
6. Judul berita Susno masih melawan adalah tidak tepat karena yang benar dalam kerangka ini adalah susno masih berpegang teguh kepada pendiriannya dalam memberantas korupsi sehingga dalam pemberantasan korupsi semua pihak harus mendukung pemberantasan korupsinya.
7. Dengan kejadian kejadian ini, sangat mungkin pengamanan dan penertiban lebih baik dilakukan oleh direktorat jenderal dibawah mendagri saja. Jadi kapolri menjadi setingkat dirjen saja dan penindakan terorisnya menjadi kesatuan khusus antiteroris dikendalikan apakah oleh TNI atau Kementrian pertahanan. (menurut Agus Kabul Adhiwinata dan sudah banyak yang mengusulkan hal ini)
8. Dorong supaya issue pemberantasan korupsi terus menerus diatas dan ditindaklanjuti prosesnya sampai tuntas.
9. Bangsa Indonesia harus menemukan titik akhir dari penuntasan pemberantasan korupsi ini dan era baru Indonesia sehat dan bersihnya sehingga terjadi transformasi social bukannya saling menjebloskan yang tidak ada akhirnya.
Pikiran ini semoga menjadi inspirasi yang membuat situasi menjadi lebih baik dan terjadi dialektika serta saling memperbaiki. Kita harus mencegah para pihak semakin berhadapan, apalagi jika kita tidak sadar bahwa Afghanistan, iran dan Thailand juga situasi sangat mungkin bisa direkayasa jika persatuan diantara sesame anak bangsa sudah terpecah belah, kita harus mencegah hal itu terjadi.

Pendiri Republik Indonesia tidak pernah menyombongkan seluruh kehebatan dan keberaniannya meraka malahan mengatakan berkat rahmat Allah yang maha kuasa lah Negara ini merdeka. Marilah kita mengkondisikan supaya berkat rahmat Allah yang maha kuasa ini selalu memberikan hidayah dan melindungi bangsa dan Negara ini.

Dan terbukti semua yang dilakukan tetap saja membuat persoalan yang barui dan sangat mungkin disitulah tantangan negeri ini.

Semoga bermanfaat.

Agus Muldya Natakusumah.
IndoSolution

Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
• Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
• Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
• Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
dunia-politik-normal@yahoogroups.com
dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

Alexa Traffic Rank

Subscribe to dunia-politik

Subscribe to dunia-politik
Powered by groups.yahoo.com