20091024

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 1940

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Pernyataan Sikap PRP mengecam represi rezim SBY
From: Perhimpunan Rakyat Pekerja


Message
________________________________________________________________________
1. Pernyataan Sikap PRP mengecam represi rezim SBY
Posted by: "Perhimpunan Rakyat Pekerja" prp_pusat@yahoo.com prppusat
Date: Fri Oct 23, 2009 2:30 am ((PDT))








PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA
Nomor:
149/PS/KP-PRP/e/X/09

Mengecam
keras tindakan represi aparat Kepolisian dan TNI terhadap rakyat
pekerja!
Rezim
SBY sebagai jongos Neolib makin jelas takut terhadap oposisi rakyat
pekerja!
Bangun
Barisan Rakyat Pekerja ber-Oposisi Terhadap Rezim SBY!


Salam
rakyat pekerja,
Komposisi
Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ternyata telah menunjukkan, bahwa
peta politik di Indonesia hanyalah untuk bagi-bagi kue antara partai
politik. Masuknya beberapa nama yang diragukan kredibilitasnya dalam
membangun kesejahteraan rakyat Indonesia, menunjukkan bahwa
SBY-Boediono hanya memiliki kepentingan untuk mengakomodir
partai-partai politik yang telah mendukungnya selama masa kampanye
terdahulu, sementara kepentingan yang lebih besar, yaitu untuk
mensejahterakan rakyat Indonesia kembali dilupakan oleh rezim ini.
Dengan
mengantongi suara 65 persen, SBY mendapat legitimasi dukungan publik
sangat kuat untuk menguasai DPR, dan terlebih-lebih eksekutif.
Teranglah partai-partai politik itu takut untuk kehilangan kesempatan
dan fasilitas ekonomi politik jika harus menempatkan diri sebagai
oposan rezim.
Tanda-tanda
rezim SBY mengingatkan kita pada Orde Baru, yang demikian cerdik
memainkan legitimasi kemenangan dari demokrasi prosedural untuk
membangun kekuasaannya yang tak tergoyahkan secara berkelanjutan.
Inilah kenyataan Indonesia setelah Pemilu yang di sana-sini
digembar-gemborkan demokratis, ternyata berujung pada kebangkitan
sebuah rezim. Partai-partai politik tidak ada yang berani beroposisi
terhadap rezim SBY, karena semuanya hendak bermain di zona nyaman
secara ekonomi-politik. Inilah yang disebut KARTEL PARTAI POLITIK
, yakni gabungan partai politik layaknya perusahaan —yang
berkarakter monopoli ekonomi-politik, sebagai daya dukung rezim
Neoliberal.
Di
dalam negara demokrasi, adanya oposisi diterima sebagai kontrol
keseimbangan pengambilan keputusan. Tetapi di Indonesia, oposisi
dipandang sebagai melawan rezim yang berkuasa, yang haram dibentuk.
Pandangan itu tidak benar! Oposisi diperlukan untuk membangun
demokrasi dan mencegah kebangkitan rezim yang otoriter.
Sudah
dapat dipastikan Indonesia akan kembali menghamba kepada rezim
ekonomi Neoliberal seperti halnya yang dipraktekkan oleh rezim SBY-JK
di masa lalu. Rezim SBY-Boediono akan tetap melanjutkan sistem kerja
kontrak/outsourcing, PHK massal, relokasi industri, dan
pengekangan/pemberangusan serikat buruh di seluruh Indonesia. Rezim
SBY tidak segan-segan melakukan respresi kepada buruh dan rakyat
pekerja lainnya untuk melancarkan agenda pemulihan krisis ekonomi
neoliberal di Indonesia.
Sikap
oposisi pun dibangun bukan dari partai politik yang ada, namun sikap
oposisi dibangun oleh rakyat pekerja di seluruh Indonesia. Pada
tanggal 20 Oktober 2009, bertepatan dengan pelantikan SBY-Boediono
sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, massa dari rakyat pekerja
menyatakan sikapnya untuk beroposisi terhadap rezim SBY-Boediono.
Seluruh rakyat pekerja di Indonesia melaksanakan aksi nasional secara
serentak di seluruh kota-kota besar Indonesia, untuk menolak rezim
yang menghamba pada kekuasaan ekonomi-politik Neoliberal. Massa
rakyat pekerja di seluruh Indonesia juga berupaya untuk menghadang
rezim SBY-Boediono dalam menginjak-injak penghidupan buruh dan rakyat
pekerja, demi pemulihan krisis ekonomi Neoliberal. Rakyat pekerja di
Indonesia telah berkomitmen untuk menyatakan sikap oposisinya untuk
merebut alat-alat produksi yang seharusnya untuk kepentingan rakyat
pekerja tetapi telah diprivatisasi oleh rezim yang menghamba kepada
sistem kapitalisme.
Namun
massa rakyat pekerja yang ingin menyatakan sikap oposisinya ternyata
telah dihadang terlebih dahulu. Rakyat pekerja yang hendak bergabung
dengan kawan-kawannya di Jakarta dalam menyatakan sikap oposisinya
ternyata dihadang oleh aparat kepolisian. Kendaraan umum yang hendak
membawa massa rakyat pekerja dari Bandung tiba-tiba dibatasi
police line dan kendaraan tersebut dikembalikan kepada pemiliknya
oleh kepolisian tanpa keterangan apapun.

Massa
rakyat pekerja dari Tangerang pun mengalami hal yang serupa. Pihak
kepolisian bahkan menggeledah tas para peserta aksi yang hendak
menyampaikan sikap oposisinya di jalan menuju Jakarta. Penghadangan
terhadap kendaraan yang membawa massa rakyat pekerja juga sebelumnya
dilakukan oleh pihak kepolisian.
Hal
yang sama terjadi pula di Surabaya, dimana sejak tanggal 18 Oktober
2009 ratusan aparat Kepolisian dan Kodim (TNI) menggeledah tas
seluruh penumpang kereta api yang menuju Jakarta dan kemudian
menangkapnya bila mendapati penumpang yang membawa atau menggunakan
kaos yang bertuliskan KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh
Indonesia).
Hal
ini jelas-jelas menunjukkan ketakutan rezim SBY-Boediono yang
merupakan jongos Neoliberal terhadap sikap oposisi rakyat pekerja.
Upaya menghadang bahkan menggeledah selalu dilakukan oleh aparat
kepolisian yang merupakan kepanjangan tangan dari rezim SBY untuk
menghentikan rakyat pekerja menyampaikan sikap oposisinya terhadap
rezim yang menghamba kepada pemilik modal.
Untuk
itu kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
Mengecam
keras tindakan represi yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan
Kodim dalam menghambat rakyat pekerja menyampaikan sikap politiknya
pada pelantikan Presiden dan Wakilnya tanggal 20 Oktober 2009.
Kepada
seluruh rakyat pekerja di Indonesia, yang meliputi para buruh, para
petani, nelayan, kaum urban yang hidup melata di perkotaan dan
kelompok-kelompok politik yang tidak anti-buruh dan rakyat pekerja,
yang melawan ekonomi neoliberal, imperialism, dan kapitalisme, untuk
bersatu berada dalam suatu barisan rakyat yang ber-Oposisi terhadap
rezim SBY.
Rezim
Neoliberal telah gagal menciptakan tatanan ekonomi-politik yang
sejahtera. Sebaliknya, rezim neoliberal telah menghancurkan
kehidupan rakyat pekerja. Hanya jalan SOSIALISME yang menawarkan
penciptaan kesejahteraan untuk keberlangsungan sumber daya sosial
dan alam yang saling menghidupi








Jakarta,
23 Oktober 2009
Komite
Pusat
Perhimpunan
Rakyat Pekerja
(KP-PRP)




Ketua
Nasional


Sekretaris
Jenderal





ttd.
(Anwar
Ma'ruf)



ttd.
(Rendro
Prayogo)




filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: komite.pusat@prp-indonesia.org / prppusat@gmail.com / prppusat@yahoo.com
Website: www.prp-indonesia.org


Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
� Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
� Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
� Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dunia-politik-normal@yahoogroups.com
mailto:dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

No comments:

Alexa Traffic Rank

Subscribe to dunia-politik

Subscribe to dunia-politik
Powered by groups.yahoo.com