20090525

Dunia-Politik.blogspot.com - Digest Number 1855[1 Attachment]

There are 2 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Buku ilusi-negara-islam
From: Billy Yoseph Bibianus

2. Re: Buku ilusi-negara-islam [1 Attachment]
From: Ahmad


Messages
________________________________________________________________________
1. Buku ilusi-negara-islam
Posted by: "Billy Yoseph Bibianus" billy_classic@yahoo.ie billy_classic
Date: Sun May 24, 2009 9:15 pm ((PDT))


Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid Institut dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan tentang ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan falsafah bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi lain. Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di Jaman Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
 
Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori oleh mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa, keanekaragaman kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita beridiskusi secara sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan Indonesia yang lebih sejahtera dan humanis.
 
Terimakasih, Selamat Membaca...!
Billy J.Bibianus
 
Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring sesama OMK...!
politea.plato@gmail.com
 
PKS Ancaman NKRI?
 
Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia (HTI), Dewan Dakwah  Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain, menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.

Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan, menurut saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung banyak civil society organizations (CSOs).
Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, 'dijual' sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan memperoleh dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.

Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar Muhammadiyah sudah sedemikian parah 'diacak-acak' anggotanya sendiri yang merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga pendidikannya 'diserobot' orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah 'kehilangan' 11 masjid/mushala.

Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden. Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya bisa dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal untuk sebuah proyek di Indonesia.

Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen dan banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai kota.

Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia, namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya dia lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain itu, menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.

Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan 'kerjasama' di bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban Indonesia yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan, etnisitas dan sebagainya.

Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik secara gentle dan terhormat.
Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia.
Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi'i Maarif, KH Ahmad Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.

Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia , agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.

Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia . Amin.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/attachments/folder/333516629/item/list

ilusi-negara-islam.pdf

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Re: Buku ilusi-negara-islam [1 Attachment]
Posted by: "Ahmad" ahmus@yahoo.com ahmus
Date: Sun May 24, 2009 10:22 pm ((PDT))

ya sayang sekali, paradigma lapok mahu dipertahankan, yang ramai ulama menentang ideology pancasila, namuna kelihatannya mempertahankan ideology pancasila yang ngak ada apa2-nya, yang ada rejim yang membunuh musuh peribadinya atas nama mempertahankan ideologi pancasila.


Sesuatu yang pasti dan Pasti dilalui adalah
Kematian. Setiap patah perkataan yang kita tulis
Ada yang menghisabnya.

Ahmus

--- On Mon, 5/25/09, Billy Yoseph Bibianus <billy_classic@yahoo.ie> wrote:

From: Billy Yoseph Bibianus <billy_classic@yahoo.ie>
Subject: Dunia-Politik.blogspot.com - Buku ilusi-negara-islam [1 Attachment]
To: islam-kristen@yahoogroups.com
Cc: dialogislamkristen@yahoogroups.com, Sahabat_Seiman_Kristen@yahoogroups.com, dunia-politik@yahoogroups.com, syahfuanrozi@yahoo.com.sg, syahrul.salam@yahoo.co.id, dedi0132@yahoo.co.id, dominicusalvin@yahoo.com, serpihan_cahya@yahoo.com, bhatara@imparsial.org, hitam_putih_abu2@yahoo.com
Date: Monday, May 25, 2009, 12:14 PM



[Attachment(s) from Billy Yoseph Bibianus included below]




Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid Institut dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan tentang ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan falsafah bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi lain. Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di Jaman Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
 
Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori oleh mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa, keanekaragaman kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita beridiskusi secara sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan Indonesia yang lebih sejahtera dan humanis.
 
Terimakasih, Selamat Membaca...!
Billy J.Bibianus
 
Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring sesama OMK...!
politea.plato@ gmail.com
 
PKS Ancaman NKRI?
 
Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia (HTI), Dewan Dakwah  Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain, menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.

Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan, menurut saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung banyak civil society organizations (CSOs).
Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, ‘dijual’ sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan memperoleh dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.

Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar Muhammadiyah sudah sedemikian parah ‘diacak-acak’ anggotanya sendiri yang merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga pendidikannya ‘diserobot’ orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah ‘kehilangan’ 11 masjid/mushala.

Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden. Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya bisa dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal untuk sebuah proyek di Indonesia.

Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen dan banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai kota.

Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia, namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya dia lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain itu, menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.

Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan ‘kerjasama’ di bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban Indonesia yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan, etnisitas dan sebagainya.

Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik secara gentle dan terhormat.
Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia.
Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi’i Maarif, KH Ahmad Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.

Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia , agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.

Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia . Amin.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com










Messages in this topic (1)

Ahli yang menghantar menggunakan kata-kata kesat dan kasar atau menyerang peribadi ahli yang lain, email mereka tidak akan disiarkan.

Ahli group yang sentiasa menghantar email berkenaan politik sahaja akan disiarkan emailnya tanpa penapisan moderator group.

Email yang disiarkan dipertanggungjawabkan kepada pengirim email tersebut dimana moderator dan group tidak boleh dipertanggungjawabkan.

=============================================
Link List:
� Lirik Lagu Popular - http://www.lirikpopular.com
� Spa Q - http://spa-q.blogspot.com
� Auto Insurance - http://pdautoinsurance.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dunia-politik/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dunia-politik-normal@yahoogroups.com
mailto:dunia-politik-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dunia-politik-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

No comments:

Alexa Traffic Rank

Subscribe to dunia-politik

Subscribe to dunia-politik
Powered by groups.yahoo.com